REFLEKSI | Ramadan Bulan Ajaib

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga suprayogi M.Sn.

BULAN Ramadan, adalah bulan yang penuh keberkahan, bulan penuh maghfirah, bulannya orang-orang menimba, dan mengumpulkan segala kebaikannya.

Bulan Ramadan adalah satu bulan penuh keajaiban !
Dimana Allah sangat memuliakan satu bulan ini, sehingga di bulan Ramadan ini, Allah perlihatkan kecenderungan manusia, berlomba-lomba mendekatiNya.

Subhanallah…!

Maha Suci Allah, yang dengan caranya, mengembalikan tujuan manusia, kembali ke titik pusat kesadaran, melakukan pengalian keimanannya…Memunculkan cahaya,” Rububiah,” mengesakan Allah, melalui memurnikan kesadaran dirinya, untuk dekat pada sang Kholiq yang ia cintai.

Alhamdulillah… bersyukur kita dengan kedatangan bulan mulia ini.
Satu bulan utama, yang didalamnya sarat berlimpah segala keutamaan yang Allah limpahkan.

Bila pada bulan biasa, kita berperilaku umumnya seperti manusia kebanyakan, dalam hal berinteraksi, bersosialisasi, maka, pada satu bulan yang penuh keistimewaan ini, kita cenderung memiliki kesadaran, untuk berbuat yang lebih memiliki makna, manfaat, dan mengandung amal kebajikan.

Ini seperti sebuah lompatan, perubahan pola perilaku yang cenderung tiba-tiba masif, serentak, dan menyeluruh, tidak hanya bersifat lokal, tapi ini peristiwa kolosal yang terjadi secara global…dimana manusia seluruh dunia, khususnya yang Muslim, seperti mendapat semangat, untuk membenahi dirinya, membenahi pola perilakunya, yang imbasnya, mampu menahan nafsu, mampu menahan haus dan lapar, serta banyak berbuat kebaikan dibulan itu.

Keajaiban Ramadan patut kita sikapi, dan mentafaqurinya…

Mereka yang gagah dibulan biasa, saat Ramadan ini tiba, Allah paksa semua yang merasa gagah itu untuk berpuasa.

Dan tiba-tiba, dengan itu, kita merasakan bagaimana nasib saudara kita yang papa, dan harus merasakan, bagaimana mereka penderita sampai harus sakit, karena menahan lapar.

Baca Juga :  REKAP HASIL LIGA 1 | 15 Gol Tercipta dari Empat Partai yang Saling Bantai demi Keselamatan dan Perbaikan Posisi

Paksaan Allah itu, pada akhirnya, memunculkan sifat kedermawanan kita sebagai manusia, tumbuhnya kepedulian, dan empati yang akhirnya muncul, sebagai suatu sikap mau membantu saudaranya, yang kekurangan.

Ada lagi, mereka orang kaya yang biasanya tak mau berbagi, Alah paksakan juga, pada seluruh mereka yang mampu, untuk mengeluarkan kewajibannya berzakat, kesadarannya untuk berinfaq, dan ke ikhlasannya untuk bershodaqoh.

Lalu jika perut kita, oleh Allah telah diuji, kepedulian pada sesama, telah Allah bangkitkan, lantas bagaimana dengan diri kita ?

Bersyukurlah !
Berpuasanya kita bukan seperti ujiannya Allah pada mereka yang papa !
Sehingga laparnya mereka, adalah makanan utama dari golongan ini !
Sedangkan laparnya kita dengan kita berpuasa, hanya suatu pengingat, untuk bisa merasakan laparnya mereka yang papa saja, sebagai bahan mengasah kepekaan, dan mempertajam naluri kemanusiaan kita.

Bersyukurlah kita, harta kita yang serba ada, mampu mencukupkan kita secara layak, karena masih banyak saudara kita yang hidup serba kekurangan, dan Allah bukakan celah bagi kita supaya bisa berbagi, dengan berzakat, infaq, dan shodaqoh, yang pastinya kita mampu menunaikan dan memberikannya.

Ramadan adalah bulan suci yang ajaib, orang seperti terkena wabah kebaikan menjadi lebih saleh, lebih dermawan, lebih bijak, lebih kalem, dan jadi lebih pandai dalam bersyukur.

Coba jika tak ada bulan Ramadan !
Seperti apa kita sebagai manusia ini berkelakuan !

Beruntunglah ada satu bulan yang mampu mengembalikan kesadaran kita dalam bertauhid, sehingga proses setiap harinya kita di tempa untuk berpuasa, menjadikan diri kita pada akhirnya, bisa kembali pada kefitrahan diri ini.

Adanya bulan Ramadan, adalah cara Allah mengajak kita untuk kembali pada kefitrahan diri tersebut, di ajaknya kita untuk berperih disiang hari, dan memperbanyak ibadah di malam harinya, semua demi memunculkan kekuatan ketauhidan kita…lalu sebagai balasan hadiah dari Nya untuk kita, dan juga sebagai berita gembira yang menyenangkan, maka ditaburilah masa dibulan Ramadan ini, dengan banyak limpahan Rahmat dariNya…

Baca Juga :  Ketua Umum: Paguron Seni Beladiri Sinar Banten Ajak Masyarakat Cintai Seni Budaya Sendiri

Apa arti semua itu ?
Kita adalah umat istimewa !
Dan Allah istimewa kan kita itu dengan Dia datangkan bulan Istimewa untuk kita….
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; ‎‎(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut ‎fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang ‎lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Surat Ar-Rum Ayat 30)‎

Alhamdulillah.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Liga Champions: City Belum Aman, Liverpool Gasak Benfica 3-1

Rab Apr 6 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS/PORTUGAL- The Reds Liverpool benar-benar menasbihkan sebagai klub yang ditakuti musuh-musuhnya, baik di  Liga Inggris sendiri maupun di kancah Eropa. Ini dibuktikan saat bertanding di leg pertama babak delapan besar Liga Champions, dengan menggasak tuan rumah Benfica 3-1 yang berlangsung, Rabu (6/4/2022) dini hari WIB. Tim besutan Jurgen Klopp […]