VISI.NEWS | CANGKUANG – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 diisi DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Spirit Sumpah Pemuda pada kondisi dan tantangan masa kini untuk mewujudkan Visi Bandung BEDAS”. Kegiatan berlangsung Jumat (27/10/2023) di Cafe Teras Sentani, Kecamatan Cangkuang.
Dalam acara ini, hadir para pemimpin dan pengurus harian DPD KNPI Kabupaten Bandung, antara lain Rifki Fauzi (Ketua), Hamdan Nur Sidik (Sekretaris), Humaira Zahrootun Noor (Bendahara), H.R. Fauzan Adiman (Bendahar Sapma PP Jabar) dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung A. Kawaludin serta Kabid Pemberdayaan Pemuda Mory Waskara, dll.
Diskusi berfokus pada dua isu penting, yaitu isu ekonomi dan isu budaya.
Salah satu peserta, Moch. Suwanda Hadi, mengulas isu ekonomi dan mengatakan, “Ada pengusaha, akademisi, filsuf, dan pemimpin pergerakan dalam masyarakat, serta unsur pemerintah, yang melihat bahwa ekonomi merupakan sumber dari berbagai permasalahan. Mereka menyadari bahwa masalah ekonomi jauh lebih kompleks daripada sekadar nominal atau uang semata. Hal ini berkaitan dengan mencapai kecukupan ekonomi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti usaha, pangan, dan pendidikan.”
Hadi merinci tiga poin penting yang menjadi fokus dalam mengatasi isu ekonomi:
1. Kesadaran
Dia menyoroti masalah kesadaran di kalangan pemuda, terutama kesadaran akan peran kolektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Terlalu sering pemuda hanya berfokus pada upaya pribadi, padahal ekonomi adalah kebutuhan bersama.
2. Pemberdayaan
Dia menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda sebagai garda terdepan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Para pemuda bisa berperan sebagai penggerak utama yang membantu masyarakat.
3. Mendampingi
Hadi menggarisbawahi pentingnya pendampingan antara berbagai kelompok pemuda dan elemen ekonomi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.


Peserta lain yang menyoroti isu budaya, Moch. Gani Asyauki, menegaskan peran KNPI dalam mendukung dan mempromosikan aspek budaya di Kabupaten Bandung. Gani menjelaskan, “Dalam hal pendidikan, kami ingin memastikan bahwa budaya dan nilai-nilai lokal mendukung kesejahteraan dan kemajuan daerah. Hal ini penting untuk menjaga karakter unik Kabupaten Bandung dan mengimbangi pengaruh budaya luar.”
Gani juga merinci tiga aspek budaya yang harus diperhatikan:
1. Pendidikan
KNPI berupaya menjadi corong utama dalam memajukan pendidikan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
2. Sosial
KNPI berusaha untuk mempromosikan budaya lokal melalui digitalisasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara budaya lokal dan pengaruh budaya luar.
3. Kesenian
KNPI memainkan peran kunci dalam memfasilitasi seniman dan kelompok seni yang belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah, terutama terkait dengan legalitas dan anggaran.
Atmosfir Positif
Sementara dalam konteks membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik, Bendahara Sapma PP Jabar H.R. Fauzan Adiman, menggarisbawahi pentingnya mendukung para pemuda dan menciptakan atmosfer positif di wilayah Kab. Bandung.
Dia mencatat, “Ada isu terkait kebanggan para pemuda di Kabupaten Bandung. Kami perlu melihat lebih dalam mengenai kinerja kepemimpinan bupati dan memberikan masukan yang berharga untuk kemajuan daerah.”
Ozan, anak muda ini biasa disapa, juga menyentuh isu kendala program bergulir, yang disoroti oleh salah satu kepala desa. Dia menjelaskan, “Salah satu kendala adalah masalah peraturan pinjaman yang ketat. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat kesulitan mendapatkan akses ke pinjaman. Kami perlu mencari solusi, terutama terkait penghapusan pinjaman dengan nominal di bawah 20 juta rupiah”.
Kabid Pemberdayaan Pemuda Mory Waskara, menambahkan perspektif mengenai organisasi pemuda di Kabupaten Bandung. Dia menekankan peran penting dari dua organisasi utama, yaitu Pramuka dan KNPI. Dia menyatakan, “Sebagai pemuda, kita harus dapat mengatasi tantangan masa depan. Dalam FGD yang baru saja dilaksanakan tahun 2023, kita merasakan semangat pemuda yang kuat. Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik di antara pemuda dan lembaga yang bersangkutan untuk mencapai kemajuan dalam bidang kepemudaan.”
Sementara itu, Sekretaris KNPI Kabupaten Bandung Hamdan Nur Sidik memberikan tanggapan mengenai pentingnya pemuda dalam ekonomi masyarakat. Dia menyatakan, “Saat kita berbicara tentang pemuda, terutama di KNPI, kita perlu menyadari bahwa pemuda adalah aset berharga dalam mendukung ekonomi di Kabupaten Bandung. Dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, kita dapat mendampingi berbagai kelompok masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi.”
@m. purnama alam











