REFLEKSI | Syukur Nikmat

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

SYUKUR adalah sebuah ungkapan, adanya rasa berterima kasih kita kepada Tuhan.

Barangsiapa yang bersyukur atas nikmatku, kata Allah, maka Aku akan tambahkan nikmat yang lebih besar padanya.
Kepada siapa ?
kepada manusia itu…Manusia yang mau bersyukur tersebut.
Alhamdulillah, luarbiasa.

Tapi apa ia seperti itu maknanya ?

Ayo, cobalah berpikir?
Allah menuntutmu untuk berpikir lebih cerdas, agar engkau sebagai manusia bisa benar-benar di akui kecerdasannya dalam memaknai sesuatu yang tersurat itu !!

Apa kita cukup puas, hanya dengan cara seperti itu bentuk bersyukurnya?
Apa sudah merasa berkwalitas rasa syukur kita itu, sekedar hanya sebuah ungkapkan semata!!

“Syukur itu ada kastanya ternyata, akang euceu…!”
Ada levelnya, ada peringkat kelas-kelas unggulannya.

“Kasta terbawah dari rasa syukur kita itu akang euceu…yaa, yang hanya berucap rasa syukur itu saja!”

“Yang keluarnya dari bibir.”
Atas dorongan hati, yang sebenarnya jika kita tahu, Allah tak berharap itu !!

Tak berharap hanya berhenti di sana, tak berhenti di bibir sebagai akhir ungkapan rasa syukur kita…!

Tapi ada langkah selanjutnya, yang membawa kita pada kasta tertinggi, level teratas, seperti halnya tingkatan surga yang berjenjang itu.

Artinya apa ?
Kita harus, dan wajib meningkatkan rasa syukur kita, agar lebih berkualitas, yaitu dengan melakukan tindakan nyata, mau membantu orang, mau berbagi, mau menolong mereka yang memerlukan bantuan kita.

Itulah level syukur kita yang paling berkualitas.

Artinya, yang kelebihan harta, ada keinginan mau berbagi, membantu sesamanya.

Menaikan kualitas syukur, yang semula hanya berbentuk ucapan, masuk ke bentuk rasa syukur sebagai sebuah tindakan…ada proses, ada evolusi, ada peningkatan kesadarannya.

Baca Juga :  Johnson Controls Nilai Daya Saing sebagai Penggerak Utama bagi Perusahaan di Asia Tenggara

Dan semua itu bisa kita lakukan, karena kebaikan ridho Allah yang menyertai kita.

Yang selalu memelihara hati kita, hingga kita mampu, kita bisa tergerak, dan Allah bersama kita dalam membangun Kepekaan hati kita itu. yang akhirnya, Allah jaga hati ini.
Alhamdulillah.

Ya…untuk membantu meningkatkan kualitas syukur, menuju peran, kita bisa membantu sesama, itu bisa diawali dulu dari berlatih, membantu pihak dari kalangan kekeluarga kita terlebih dahulu, khususnya yang perlu uluran tangan, perlu bantuan saudaranya.

Adakalanya mereka keluarga kita, malu jika bicara langsung, mengawali memohon bantuan kepada kita.

Dan baiknya, jangan sampai mereka mulai dulu mendatangi kita, untuk meminta bantuan, tapi dari kitanya sendiri yang memang harus peka, bisa memiliki radar, siapa yang harus di bantu !
Keluarga kita yang mana ?
Yang sekiranya mereka sedang membutuhkan bantuan kita.
Itu jika kita bisa!

Sebaliknya, jika kita belum bisa bantu…
Wajib kita membesarkan hatinya, bahwa Allah maha mencukupkan kita, dan pasti membantu kita, dengan jalannya yang bisa datang dari mana saja, insyaallah.

Rasa syukur yang penuh kwalitas lainnya adalah, membantu sesama, orang lain di luar keluarga kita.

Dan itu sangat banyak, kita bisa berikan itu pada siapa saja…terlebih bisa memberi pada anak yatim piatu, anak terlantar, anak gelandangan, dan anak kurang beruntung lainnya.

Yaa beri mereka perhatian
Beri mereka sedikitnya bentuk perhatianmu, kasih sayangmu.

Karena pada mereka yang tak seberuntung kita, ada nilai khusus yang Allah sematkan, pada siapapun yang sangat peduli pada mahluk nya, kasih sayang kita, mendatangkan kasih sayang Allah kepada kita, insyaAllah.

Orang yang memiliki rasa cinta kasih dan kasih sayang, sepertimu, yang memiliki kepedulian, tidaklah banyak jumlahnya, dan itulah pembeda dari kualitas yang kita miliki, di mata Tuhan.
Sangat kontras keberadaan orang yang memiliki rasa kasih sayang, dari sekian miliar manusia yang tertebar di dunia ini.

Baca Juga :  Akibat PJU Rusak Jalan Raya dan Kantor Kecamatan Gelap Gulita

Luar biasa sekali potensi kebaikanmu, yang merupakan wujud dari rasa syukur mu yang sebenarnya…. Alhamdulillah.

Semoga syukur kita selalu meningkat, dan berevolusi menjadi sebuah tindakan yang nyata, bisa menebar kebaikan pada sesama…
Selamanya !
Selagi kita di beri kesempatan untuk bisa menjadi manusia utama.
Amin.

Alhamdulillah.***

  • Penulis, Bambang Melga Suprayogi, S.Sn., M.Sn., adalah dosen di Telkom University (2012 – Sekarang), Ketua Bidang Dewan Kemamuran Masjid DMI Kab. Bandung (2021-2026), Pengurus Lakpesdam NU Kab. Bandung (2017-2021), Pembina UKM Comik Balon Kata (2012 – Sekarang), Ketua RW 17 Kelurahan Manggahang Kec. Baleendah (2012) dan Ketua Paguyuban Masyarakat BSI 2008. Juga pernah juara I Ilustrasi cover buku IKAPI DKI Jakarta (2006) dan juara 2 Lomba penulisan buku bacaan anak TK/SD tingkat Nasional PUSBUK (2008). 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Srikandi PLN Berperan Aktif Dalam Pengurangan Emisi Karbon

Kam Mar 10 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – PT PLN (Persero) memiliki sejumlah target yang harus dicapai ke depan, salah satunya adalah net zero emission 2060. Dalam upaya pencapaian target tersebut pun tidak terlepas dari peran penting perempuan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly menjelaskan, Srikandi PLN punya peranan penting dalam […]