REFLEKSI | Syukuri Nafas Kita

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

KELAHIRAN kita di dunia ini, merupakan bukti kehadiran Allah bersamamu.
Ya, Allah menyertaimu, semenjak engkau berada di dunia dengan kepolosanmu, dan dengan tangisan munggil yang kau perdengarkan.

Nafas sudah kau hirup, setelah kita keluar dari rahim ibu kita, sesaat setelah kita terlahir.
Dengan bernafas kita hidup.
Dengan bernafas kita tumbuh.
Dengan bernafas kita beranak Pinak.

Bahkan, sampai akhirnya kita pun mati, itu karena nafas sudah tak ada lagi menyertai kita.

Bernafas adalah hakekat kehidupan.
Bernafas adalah hakekat kesadaran.
Dan dengan bernafas juga harusnya kita memiliki rasa cinta dan kasih sayang sejatiNya.

Mengapa rasa cinta harus ada menyertai kita
Selama kita masih bernafas!
Mengapa rasa kasih sayang yang sejati, harus ada saat kita sedang dalam bernafas.

Barnafas, itu hidup.
Cinta itu suatu perasaan yang membawa bahagia.
Maka hiduplah kita dengan nafas yang membawa perasaan bahagia.

Ya, bernafas dengan bahagia badan penuh cinta itu ternyata asik, dan itu indah!
Sehingga sangat kuat ikatan antara nafas dan cinta, yang semuanya menyatu, bagai satu satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Bernafas itu kesadaran.
Dan rasa kasih sayang sejati, adalah rasa sayang haqiqi, yang tak membedakan kita dalam banyak perbedaan, baik keyakinan, ras, warna kulit, dan suku bangsa.

Maka bernafaslah kita dengan kesadarannya Dia yang maha Rahman dan maha Rohim, yang pastinya, penuh cinta, dan kasih sayang, dengan kesadaran yang menumbuhkan kebahagian.

Sahabat, manusia beragama itu perlu bernafas.
Nafasnya orang beragama itu kesadaran.
Apapun niatmu.
Bagaimanapun syarat wajib dalam agama mu untuk memulai ibadah itu jawabnya hanya satu, harus ada nafas, dan ia masih bernafas.
Jika tak ada nafas, maka selesai semua tugas kita, dan ibadah kita itu. Maka bernafaslah kita dengan kebenaran.

Baca Juga :  Masker Corona Awalnya Dilarang Dipakai Orang Sehat, Kini....?

Ketika kita sudah tak bernafas, tak ada lagi kewajiban kita untuk menebar cinta, dan kasih sayang.
Selesai tugas kita.
Selesai kiprah kita.
Cinta dan kasih sayanglah nanti, yang akan menjemput kita di alam berikutnya, setelah kehidupan kita berakhir.
Dan kita dalam ketenangan yang damai.
Mari kita klik…menyatukan nafas dan tebar kebaikan.
Syukuri nafas kita, jangan sia-siakan hidup kita.
Jala kebaikan sebanyak mungkin, mumpung nafas kita masih menggerakan kita berbuat banyak hal yang bermanfaat, amin.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usai Raih Kemenangan Perdana, Timnas U-19 Diminta Tetap Fokus dan Kerja Keras

Sen Mar 28 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KORSEL – Timnas U-19 Indonesia meraih kemenangan perdana pada laga uji coba di Korea Selatan. Skuad Garuda Nusantara menang dengan skor tipis 2-1 lawan Daegu University DGB Daegu Bank Park Stadium, Minggu (27/3). Dua gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Kadek Arel dan Ronaldo Kwateh. Garuda Nusantara mengalami […]