REFLEKSI | Tak Ada yang Langgeng

Silahkan bagikan

Self Reminder

  • Kunasehati diriku dan mungkin dirimu karena kita adalah manusia yang sering lupa, bahwa di dunia ini,tidak ada yang abadi.

PERGANTIAN siang jadi malam, malam jadi siang adalah isyarat bahwa disini tidak ada yang langgeng.

Di dunia tidak ada yang selamanya bertahan baik itu masalah, kesulitan,kelapangan, cinta, benci, pertemanan dan permusuhan.

Kata Hal Borland,” Tidak ada musim dingin yang berlangsung selamanya; tidak ada musim semi yang melewatkan gilirannya.”

Satu saat mungkin saja kita bisa berkenalan dengan seseorang, yang kemudian lama-lama jadilah teman. Kita puja-puji ia sebagai teman yang baik. Namun entah berapa lama kemudian, teman itu berubah jadi musuh. Atau sebaliknya seseorang yang dulunya dianggap musuh berubah jadi teman.

Inilah yang seharusnya menyadarkan kita agar mencintai dan membenci seseorang sekedarnya saja, sebab cinta bisa berubah jadi benci dan benci bisa berubah jadi cinta.

Syair arab berbunyi :

أحبب حبيبك هونا ما عسى ان يكون بعيضك يوما ما.
أبعض بعيضك هونا م عسى ان يكون حبيبك يوما ما
ahbib habiibaka haunan ma asa ayyakuna ba’idhoka yauman ma.
Ab’id ba’idhoka haunan ma asa ayyakuna habiibaka yauman ma

“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, sebab bisa jadi suatu saat kelak kamu akan membencinya, dan jika kamu benci seseorang,  bencilah dengan sewajarnya saja, sebab mungkin kelak suatu saat mungkin kamu akan mencintainya”

Inilah pelajaran dari universitas kehidupan, agar kita tersadar untuk tidak terkaget-kaget ketika ada yang berubah, sebab memang pada hakikatnya disini tidak ada yang abadi.

Wallahualam. ***

Baca Juga :  Kasus OTT Oknum BPK Jabar oleh Kejaksaan Mulai Disidangkan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dari Sejarah hingga Misteri, Ini Rekomendasi Buku dalam Peringati Hari Sumpah Pemuda

Jum Okt 27 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | YOGYAKARTA – Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi salah satu peringatan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia. Peristiwa itu melibatkan pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia dalam Kongres Pemuda II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Setiap pemuda memiliki peranannya masing-masing, seperti peran pemuda […]