REFLEKSI | Tiga Kaleng Coca Cola

Silahkan bagikan

Oleh Idat Mustari

Self Reminder

  • Kunasehati diriku dan mungkin juga dirimu, dengan cerita yang popular yakni cerita tiga minuman kaleng Coca Cola.

MINUMAN kaleng Coca Cola yang berada di toko kecil dan ditempatkan di rak lemari jualan, harga jualnya Rp 5000.

Sedangkan minuman kaleng Coca Cola kedua yang berada di supermarket besar dan ditempatkan di lemari pendingin, harga jualnya Rp 7.500.

Dan minuman kaleng Coca Cola yang ketiga yang ada di hotel berbintang lima dan ditempatkan di lemari pendingin tetapi hanya dikeluarkan dengan pesanan pelanggan harga jualnya per gelas Rp 60.000.

Harga coca cola itu berbeda, padahal diproduksi di tempat yang sama dan dibawa oleh truk yang sama dengan rasa yang sama hanya dikarenakan berbeda tempat dimana dijualnya.

Itu pun terjadi pada siapa kita. Kita bergantung dimana sekarang berada. Saat berada di tempat yang baik maka kita akan tampak baik, sebaliknya saat berada di tempat yang buruk maka kita akan tampak buruk.

Ketika berada di tempat yang memberikan diri kita dalam posisi penting, maka akan jadi orang penting. Tetapi bila  berada di tempat yang mengerdilkan kita, maka  akan menjadi kerdil.

Oleh karena itu teruslah berihtiar, berdoa agar kita berada di tempat yang baik, tempat yang membuat diri cemerlang, tempat yang membuat bisa bersinar dan menyinari setiap sisi-sudut ruangan.

Begitupun saat diberi kesempatan di tempat yang baik, berbuat baiklah dengan mengeluarkan seluruh potensi agar bisa menggenapkan.

Akhirnya ku tutup dengan ayat Alquran :

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

Artinya: “Dan katakanlah ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong'”.

Baca Juga :  Cecep Minta Pilkada Ini, Jangan Ada Fitnah, Black Campaign dan Pembusukan.

Selamat beraktivitas di hari Kamis, semoga hari ini segala ihtiar jadi berbuah manis, lelah jadi lilah. Semoga sehat selalu, bahagia selalu, panjang umur dan diluaskan rezekinya.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dinamika Jelang Penutupan KKN-M STAI Bhakti Persada di Desa Mekarwangi Majalaya

Kam Jul 13 , 2023
Silahkan bagikanOleh Miss Carni “SEMANIS apapun caramu berpamitan perpisahan tetaplah menyakitkan”, demikian cloosing statement Akbar Muttaqin, S.Pd. (Grup Dimensi, pengisi acara hiburan) pada tabligh akbar menjelang penutupan KKN-M STAI Bhakti Persada, Majalaya, Kabupaten Bandung. Tabligh akbar menjelang penutupan KKN-M sendiri merupakan inisiasi dari ketua pelaksana KKN-M H. Asep Taufik Hidayat, […]