REFLEKSI | Warna Sufi

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

PASTILAH semua sudah tahu apa itu Sufi ?
Mereka para penempuh jalan kesunyian itu, adalah orang-orang yang sudah mengikatkan dirinya, menjauhi godaan syahwat, dan keduniawian.
Disimpannya nafsu mereka di bawah telapak kakinya….
Tak ada yang mereka pikirkan dibenaknya, selain terus berjuang menengelamkan hasrat-hasrat nafsu batinnya, keinginan keinginan duniawinya…sehingga Iblispun tahu diri, ketika berhadapan dengan orang semacam ini, sungguh, tipu dayanya tak akan mempan untuk kalangan seperti mereka.

Para Sufi adalah orang-orang pilihan, bisa saja hanya satu dari 1.000 orang, atau hanya satu, dari jutaan orang…keberadaan mereka unik, tapi mampu mewarnai.

Dan dari kebanyakan jumlah manusia penduduk alam dunia, yang jumlahnya miliaran, mereka penempuh jalan ini, hanya segelintiran orang saja.

Ciri pastinya mereka penempuh jalan kesufian adalah :
Ia hidup dalam kesederhanaan
Sangat sahaja sekali kehidupannya.
Wajahnya selalu berseri seri, bak purnama indah dimalam hari, padahal secara duniawi, hartanya tak seberapa.
Tapi dunia takluk bersujud dihadapannya.
Walau tak memiliki banyak harta, dia mengengam banyak harta, yang ia berikan, dan gulirkan pada mereka yang meminta bantuannya.

Ucapannya sangat menyejukan, tak ada kata kata kasar yang terlontar, semua kata darinya berkah bagi umat untuk diambil pelajarannya, karena setiap kalimat yang keluar darinya, adalah ilmu hikmah, yang sangat diperlukan oleh para pemilik hati yang gersang, sehingga setiap ucapannya, bak air yang menyirami bunga-bunga layu yang butuh siraman air kehidupan.

Ia para Sufi, memiliki medan magnet yang kuat, seperti halnya mereka yang sudah datang ke Mekkah, dan sudah pernah tawaf di Baitullah, kerinduan pada mereka ke para Sufi,  seperti kerinduan kita ingin bisa kembali mengunjungi Baitullah.

Baca Juga :  Ketua KPPS Ambil Sumpah Petugas TPS

Mengapa bisa seperti itu ?

Itu karena hati para Sufi, sudah seperti Baitullah itu sendiri !
Medan megnitnya menarik hati para perindu.
Tarikannya selalu mengajak jutaan manusia, untuk mendapatkan kata sahdu, bisa merasakan berdekatan dengan illahi Rabbi.

Para Sufi, ia menjadi rumah bagi menetapnya sang pencipta, maka pantas, “Allah itu lebih dekat daripada urat lehermu,” adalah slogan bagi pelaku syariat, sebab mereka yang sudah di luar itu, Allah itu mampu menetap dalam hatinya.

Perhatikan tokoh Sufi Mansur Al Halaj, yang di kenal sebagai Hallaj Al Asrar (Sang Pemintal Hati)…Ia sangat terkenal dengan konsep tasawuf nya, “Anna Al Haq” yang  mana konsep tersebut, adalah konsep meleburnya diri dalam keillahian, sehingga muncul istilah wahdatul wujud, atau dalam pemahaman orang Jawa, adalah, “Manunggaling Kawula Gusti.” Seperti yang dipahamkan Syech Siti Jenar.

Apakah konsep itu salah ?

Allah sendiri yang berkeinginan Ia di kenali !
Bila kata, “Allah itu lebih dekat dari urat lehermu.”
Berarti…
Allah ingin kita mengenali, ada Dzat, ada Asma, ada nilai kedirian Allah pada diri kita.
Dan itu harus kita gali, dan leburkan.

Mereka para Sufi adalah orang dengan kedalaman ilmu bathin, terbuka bagi mereka rahasia keilahian, mudah bagi mereka dalam berkomunikasi dengan Allah, karena Isro Mi’rajnya mereka, bisa setiap waktu, dan keadaan mereka dalam aktivitas apapun, ia hidupkan hatinya dengan selalu berdzikir.

Para Sufi adalah orang orang yang mengasingkan diri dari keramaian, dan omong kosong para manusia umumnya.
Mereka ada disekitar kita, tapi diri mereka disibukan dengan selalu berurusan dengan Tuhannya.

Tak pernah lalai hatinya untuk mengagungkan namaNya.
Tak pernah jemu hidupnya dalam kemonotonan rutinitas yang bagi orang lain serasa, bagai di neraka.
Mereka menyepi dari keramaian.
Tapi hatinya ramai dalam kebahagiaan.

Baca Juga :  Toko Oli dan Onderdil di Jalan Pungkur Bandung Terbakar

Insyaallah, semoga kita dipertemukan dengan para kekasih Allah tercinta ini. Walau kadang mereka banyak yang tersembunyi, tapi jika Allah menghendaki, ada takdir dan jodoh kita bisa menjumpainya.
Sehingga keberkahan mereka, bisa menular kebaikannya kepada kita.

Ya.. walau setitik keberkahan dari mereka yang bisa kita dapatkan! Mudah-mudahan, yang setitik itu, bisa jadi itulah bibit warna, yang mampu mengubah warna abu atau hitam sebelumnya dari diri kita…!

Yang akhirnya bisa mengubah warna karakter kita seluruhnya, menjadi warna kesucian, kebeningan, yang sebelumnya hati kita jauh dengan Allah, bisa menjadi dekat, karena musabab, warna keillahian dari keberkahan adanya setitik warna dari para Sufi yang kita dapatkan.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DATA BOLA LIGA 1 | Hasil, Klasemen, Top Skor, dan Siaran Langsung Hari Ini

Sab Mar 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BALI – Hasil pertandingan lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 pekan ke-30, Jumat 11 Maret 2022, adalah sebagai berikut: PSS Sleman: 0 vs Persita: 0 Persiraja Bandaaceh: 0 vs Bali United: 1 (Ilija Spasojevic meit 38) _______________ Klasemen Sementara BRI Liga 1 2021/2022 Usai Pertandingan Pekan ke-30, […]