Registrasi Calon Muda Praja IPDN Terapkan Protokol Kesehatan Sangat Ketat

Editor :
Calon muda praja IPDN sedang melakukan test swab Covid-19 di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (7/10)./visi news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 1.099 orang calon muda praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri(IPDN) Angkatan XXXI tahun 2020 yang telah dinyatakan lulus Tes Pantukhir secara bertahap mulai memasuki Kampus IPDN Jatinangor untuk pelaksanaan registrasi dan penerimaan calon muda praja.

Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan VISI.NEWS, Rabu (7/10), Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo, M.M turut hadir mengikuti pelaksanaan registrasi dan penerimaan calon muda praja yang dibagi menjadi 3 hari, yakni mulai tanggal 5 s.d. 7 Oktober 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

Beberapa protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan di antaranya, calon muda praja yang hadir harus membawa surat keterangan swab test Covid-19 dengan hasil negatif, penggunaan masker dan face shield, menjaga jarak, penyemprotan cairan disinfektan terhadap barang-barang yang dibawa oleh calon muda praja serta disediakannya tempat cuci tangan dan handsanitizer di sekitar tempat kegiatan berlangsung.

Meskipun telah mengantongi hasil swab test Covid-19 yang dilakukan di daerah masing-masing, calon muda praja yang hadir diwajibkan melakukan swab test Covid-19 kembali di Kampus IPDN Jatinangor. Pelaksanaan swab test ini dilakukan IPDN bekerja sama dengan PT Kimia Farma, Tbk Bandung.

Calon muda praja yang hadir pada tanggal 5 Oktober 2020 yakni calon muda praja asal pendaftaran Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Riau, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Timur.

Pada tanggal 6 Oktober 2020 calon muda praja yang hadir di Kampus IPDN yakni asal pendaftaran Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Provinsi Kalimantan Barat.

Jumlah total calon muda praja yang hadir pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2020 yakni sejumlah 730 orang, jumlah tersebut kurang 24 orang yang tidak hadir dikarenakan calon muda praja tersebut teridentifikasi positif (+) covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri di daerah masing-masing.

Calon muda praja yang sudah teregistrasi di Kampus IPDN Jatinangor (sampai dengan rilis ini dibuat yakni sebanyak 730 orang) melakukan tes swab covid-19 kembali dan ditemukan 11 orang yang dinyatakan positif (+) Covid-19. Saat ini, calon muda praja tersebut telah melakukan isolasi di PPSDM Kemendagri di Bandung, Jawa Barat, dengan diawasi langsung oleh tim dokter ahli dan pengasuh IPDN.

Terakhir, pada tanggal 7 Oktober 2020, calon muda praja yang hadir asal pendaftaran Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Jambi, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Pelaksanaan registrasi ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan di wisma-wisma yang akan ditempati oleh calon muda praja, jadi baik civitas akademica IPDN, calon muda praja maupun keluarga calon muda praja tidak usah khawatir karena semuanya dilakukan dengan standar protokol kesehatan covid. Untuk calon muda praja yang telah teridentifikasi positif Covid-19, pada hari yang sama setelah hasil itu didapat, mereka langsung dibawa ke PPSDM Kemendagri di Bandung Jawa Barat untuk melakukan isolasi sesuai protokol kesehatan Covid-19 dengan dipantau oleh tim dokter ahli serta pengasuh IPDN,” ujar Rektor IPDN. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Status UNS Akhirnya Berubah dari PTN-BLU Menjadi PTN-BH

Rab Okt 7 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Di penghujung tahun 2020 ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang sebelumnya berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) akhirnya resmi menjadi PTN Berbadan Hukum atau PTN-BH. Perubahan status tersebut, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 56 Tahun 2020, tentang UNS […]