Rekening Seorang Nasabah Bank di Solo Dibobol Lewat Transaksi Mobile Banking

Ilustrasi uang./dok./net.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Para nasabah bank di Solo heboh, menyusul tersebarnya berita tentang seorang nasabah asal Kota Solo yang rekeningnya di Bank Maybank dibobol seseorang melalui transaksi mobil banking senilai Rp 72 juta.

Praktik pembobolan rekening tersebut terjadi pada Juni 2020, namun saat ini baru diungkap ke publik melalui pengacara Gading Satria Nainggolan, setelah pengaduan nasabah bernama Candraning Setyo TH itu ke polisi dan pihak bank belum membuahkan hasil.

Pengacara Gading, dalam rilisnya di Jakarta tanggal 11 November 2020, dan copinya diteruskan ke VISI.NEWS pada Rabu (18/11/2020) petang, menjelaskan, kliennya Candraning Setyo TH adalah nasabah Bank Maybank kantor cabang Urip Sumoharjo, Solo, dengan nomor rekening tabungan 1-720-10299-9.

Nasabah bank tersebut, tulis Gading, selama ini menggunakan kartu pasca bayar untuk ponselnya dengan nomor 0815 4858 8888, atas nama suaminya Candra Slikmeito. Sejak nomor ponsel tersebut diaktifkan Candraning, dia mendaftarkan nomor tersebut ke Bank Maybank untuk layanan internet banking.

“Sejak dibukanya rekening Maybank
hingga terjadinya kasus pembobolan rekening, klien kami tidak pernah sekalipun menggunakan fasilitas internet banking (M2U) maupun mobile banking, baik melalui ponsel maupun perangkat lainnya. Sehingga, kami memastikan klien kami tidak
meninggalkan jejak-jejak digital yang dapat dilacak pihak lain untuk disalahgunakan,” tulis Gading dalam rilisnya.

Namun, ketika Candraning melakukan pencetakan rekening ke pihak bank, sambung pengacara yang berpraktik di Jakarta itu, pada tanggal 11 Juni 2020 terjadi transaksi tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan Candraning sebagai pemilik rekening.

Gading menduga, mutasi rekening dilakukan orang lain secara melawan hukum dengan total dana yang raib sebesar Rp 72.653.000,-.

Mengutip data di cetakan rekening, pada 11 Juni 2020 pukul 13.24 terjadi transaksi pemindahbukuan ke Bank BPTN atas nama M Rafli, senilai Rp 25 juta. Selang 3 menit berikutnya, terjadi transaksi top up OVO senilai Rp 9,801 juta.

Disusul selang 6 menit kemudian, terjadi lagi pemindahbukuan ke Bank BRI atas nama Septian Hadi Prayitno juga senilai Rp 25 juta. Setelah itu terjadi lagi top up OVO sebesar Rp 9,901 juta dan Rp 2,951 juta.

“Total dana yang dibobol antara pukul 13.24 sampai pukul 13.32 sebesar Rp 72.653.000,-. Sehingga dana yang tersisa di rekening tinggal Rp 80.000,-,” kata Gading.

Dalam menindaklanjuti kasus tersebut, lanjut Gading, kliennya mengadukan dugaan tindak pidana pembobolan rekening bank Polresta Surakarta dan saat ini masih dalam proses penyidikan. Selain itu, Candraning dan suaminya, Candra Slikmeito, beberapa kali mengirim surat ke Maybank untuk menanyakan kasus tersebut sekaligus meminta pertanggungjawaban.

Sedangkan suaminya, Candra Slikmeito, juga meminta pertanggungjawaban ke pihak provider seluler yang menerbitkan kartu SIM karena ada pihak lain yang mendapatkan nomor yang sama dengan milik Candra Slikmeito dan diduga digunakan untuk praktik pembobolan rekening bank.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Junianto, menanggapi masalah tersebut, pada Rabu petang menyatakan, OJK semula tidak mendapat pengaduan langsung dari nasabah yang menjadi korban dan hanya menerima tembusan pengaduan yang diajukan ke Maybank.

Pihak bank, kata dia, juga sudah memberikan tanggapan terkait dengan prosedur transaksi mobile banking. Namun, menurut Eko, pada Rabu petang ini Candraning secara resmi sudah menyampaikan pengaduan ke OJK.

“Saat ini kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum dalam penyelidikan pihak kepolisian. Klarifikasi ke Maybank sudah dilakukan dan mendapatkan penjelasan tentang transaksi internet banking secara lengkap. Transaksi tersebut dapat dilakukan karena kode akses dan password, sesuai dengan syarat pengamanan,” jelasnya.

Eko Junianto menambahkan, setelah menerima pengaduan Candraning pihaknya akan menjadwalkan untuk memfasilitasi pertemuan antara Candraning sebagai nasabah dengan pihak Maybank. Kapan kepastian waktunya, Eko belum dapat memastikan karena pihaknya harus menjadwalkan secara khusus.@tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

3 Tips Agar Tidak Terjebak Utang Pinjaman Online

Rab Nov 18 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Layanan pinjaman online kini membuat orang leluasa berutang. Syaratnya terbilang mudah serta dapat diajukan kapan dan di mana saja lewat aplikasi. Bagi yang benar-benar sedang BU alias butuh uang, pinjaman online mungkin dapat menjadi solusi bagi mereka. Hanya saja, tetaplah menerapkan prinsip kehati-hatian karena pinjaman online mematok bunga yang […]