Search
Close this search box.

Rekor Baru: Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dollar AS per Ons!

Ilustrasi./visi.news/sahabat pegadaian.

Bagikan :

VISI.NEWS | LONDON – Harga emas global mencatatkan sejarah baru pada Senin (26/1/2026) setelah melonjak melewati ambang USD 5.000 per ounce, menembus rekor tertinggi sepanjang masa dalam reli luar biasa aset safe-haven ini. Lonjakan tersebut merupakan kelanjutan dari rally historis yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Pergerakan harga ini terjadi ketika investor di seluruh dunia berlomba mencari perlindungan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Spot gold naik sekitar 2,2%, mencapai level di atas *USD 5.080 per ounce, setelah pada sesi perdagangan sempat menyentuh rekor lebih dari USD 5.110 per ounce.

Lonjakan harga emas ini tidak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran pasar atas situasi global. Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan, termasuk ancaman tarif 100% terhadap Kanada dan perselisihan diplomatik terkait Greenland, telah mendorong aliran modal ke logam mulia yang dianggap lebih aman oleh investor.

Selain itu, kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang penuh dinamika turut menjadi faktor pendorong. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan tekanan terhadap independensi bank sentral menarik minat pasar terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap risiko moneter dan fiskal.

Permintaan emas juga didukung oleh lemahnya dolar AS, inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, serta prediksi bahwa The Fed akan kembali cut-suku bunga pada tahun ini, sehingga mengurangi daya tarik aset berbasis bunga dan meningkatkan minat terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Tidak hanya emas, logam mulia lain seperti perak juga mencatat prestasi luar biasa. Harga perak berhasil melampaui USD 100 per ounce, memperpanjang rally setelah kenaikan hampir 150% sepanjang 2025 — level tertinggi lebih dari empat dekade.

Baca Juga :  DPR Puji Konsolnas Kemendikdasmen: Partisipasi Semesta Kunci Pendidikan Bermutu

Para analis menilai bahwa reli emas saat ini merupakan respons pasar terhadap ketidakstabilan global dan ketidakpastian ekonomi yang terus meningkat. Emas, yang hanya sebagian kecil dari total logam yang pernah ditambang, dipandang sebagai instrumen diversifikasi yang kuat dalam portofolio investasi di tengah tren pasar yang penuh gejolak.

Harga emas telah mengalami kenaikan besar sepanjang 2025 dengan pertumbuhan tahunan mencapai puluhan persen — tertinggi sejak 1979 — dan terus berlanjut di awal tahun 2026 ini. Surplus permintaan, terutama dari bank sentral di berbagai negara serta arus masuk ke ETF berbasis emas, turut memperkuat fondasi pasar logam mulia.

Dengan momentum tersebut, sejumlah analis memproyeksikan bahwa harga emas bisa terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, bahkan mencapai level yang lebih tinggi lagi jika faktor-faktor risiko global tetap tajam dan para investor terus mencari aset aman di tengah ketidakpastian pasar internasional.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :