Search
Close this search box.

Rembug Bedas di Desa Cioagalo dan Lengkong, Emak-emak Antusias Sambut Bupati Bandung

Bupati HM Dadang Supriatna menghadiri acara "Rembug Desa" di Desa Cipagalo dan Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Rabu (11/1/2023). /visi.news/gustav viktor rizal

Bagikan :

VISI.NEWS | BOJONGSOANG – Sejumlah warga yang didominasi emak-emak menyampaikan aspirasi antusias menyambut kedatangan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna pada Rembug Bedas di Desa Cipagalo dan Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Rabu (11/1/2023).

Pada kegiatan Rembug Bedas kali ini, warga kedua desa tersebut mengungkapkan berbagai aspirasi mereka kepada Bupati Bandung seperti masalah pengangguran, peningkatan fasos dan fasum desa seperti lapangan olahraga, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), akses jalan baru, serta tempat pemakaman umum untuk masyarakat.

Emak-emak antusias menyambut kehadiran Bupati HM Dadang Supriatna pada acara “Rembug Desa” di Desa Cipagalo dan Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Rabu (11/1/2023). /visi.news/gustav viktor rizal

Ny. Dedeh, warga Desa Cipagalo berharap Bupati yang hadir bersama jajaran kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dapat menelusuri penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai). “Jangan sampai yang tidak berhak menerima bantuan BLT menerima bantuan tersebut, sedangkan banyak yang berhak tidak kebagian, ” ujarnya disambut tepuk tangan yang hadir.

Sedangkan Faisal, warga Desa Cipagalo lainnya berharap ada pembukaan akses jalan baru yang masuk kawasan Desa Cipagalo guna mengurangi kemacetan. Ia mengusulkan juga agar pelaku usaha bisa membebaskan sebagian lahannya untuk pembukaan akses jalan baru tersebut.

Mendengar aspirasi dan keluh kesah dari sejumlah warga itu, Bupati HM Dadang Supriatna langsung memberikan responnya.

Khusus untuk penyaluran BLT, bupati meminta aparatur pemerintahan desa setempat untuk segera bertindak mencoret warga yang tidak berhak menerima BLT. “Mana aparat desanya? Coret saja itu warga yang tidak berhak menerima BLT,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan emak-emak.

Bupati juga menawarkan peluang untuk warga yang masih menganggur agar memanfaatkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dari Pemkab. Bandung. “Pemerintah sudah menyiapkan modal usaha melalui bank BJB dan BPR Kerta Raharja,” katanya.

Baca Juga :  Rentetan Penemuan Jenazah Mengapung di Perairan Riau Picu Investigasi Lintas Daerah

Bupati Dadang Supriatna menyebutkan, tercatat sebanyak 2,8 juta usia produktif di Kabupaten Bandung, dari 3,66 juta penduduk.
Dia berharap kepada masing-masing RT, RW dan kepala desa untuk mendata warganya yang belum bekerja dan menyarankan kepada warga yang ingin kerja ke luar negeri untuk mendaftarkan diri ke Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bandung.

“Atau bagi mereka yang ingin membuka usaha dalam perbengkelan, las, menjahit atau menjadi pengusaha dalam bidang UMKM, butuh modal usaha, kan sudah ada di BPR dan Bank BJB,” katanya.

Bupati Bandung juga menyarankan warga untuk memanfaatkan pinjaman dana bergulir yang juga bisa dimanfaatkan melalui program KWT (Kelompok Wanita Tani), Kube (Kelompok Usaha Bersama) dan usaha lainnya.

Menurutnya, Kube dengan anggota 5-10 orang bisa menerima pinjaman bantara Rp 5 juta sampai Rp 20 juta untuk modal usaha.

Bupati mengatakan, anggaran yang digunakan tersebut bisa digulirkan kepada komunitas atau kelompok lainnya. “Dana bergulir ini fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat. Ini bagian dari ikhtiar, untuk membantu masyarakat. Makanya saya hadir di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Ia menegaskan, dalam rekruitmen calon tenaga kerja untuk menghindari praktek percaloan. “Kita harus sama-sama memberantas calo,” katanya.

Bupati Bandung juga berharap kepada kades untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bandung terkait penyediaan peluang pekerjaan atau membuka usaha baru.@gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :