VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT – Menteri Agama 9Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian khusus dalam proses rehabilitasi dan renovasi madrasah serta pesantren yang terdampak longsor dan banjir di Cisarua, khususnya yang telah beralih fungsi sementara menjadi pusat layanan kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat meninjau Madrasah dan Pondok Pesantren Daarut Tahfidz Cisarua, Bandung Barat, yang saat ini digunakan sebagai lokasi pemulasaraan jenazah dan posko operasi Disaster Victim Identification (DVI), Minggu (1/2/2026).
Nasaruddin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengelola madrasah dan pesantren yang dengan tulus membuka ruang pendidikannya untuk kepentingan kemanusiaan yang mendesak. Menurut Menag, keterlibatan lembaga pendidikan dalam penanganan bencana merupakan wujud nyata pendidikan karakter bagi para siswa.
“Ini menjadi pembelajaran kemanusiaan yang luar biasa bagi para siswa dan santri. Kepedulian ini adalah nilai yang sangat berharga,” ujar Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (1/2/2026).
Dalam dialog bersama pengelola pesantren dan tim DVI, Menag memastikan bahwa Kementerian Agama akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan akan segera dilakukan begitu masa tanggap darurat selesai, demi mengembalikan kenyamanan belajar mengajar bagi para santri.
“Yang segera menyusul adalah rehabilitasi dan renovasi madrasah serta masjid. Kami pastikan keluarga besar madrasah tidak akan merasa sendirian. Pascabencana akan tetap kami kawal agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal dan nyaman,” tegasnya.
Ia juga menyetujui usulan perbaikan kelas secara menyeluruh. Langkah ini diambil tidak hanya untuk memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga untuk menciptakan suasana baru yang kondusif bagi para santri setelah fasilitas tersebut digunakan untuk penanganan jenazah.
“Begitu masa operasi kemanusiaan ini selesai, kita langsung lakukan renovasi,” kata Nasaruddin memastikan.
Selain meninjau fasilitas, Menag turut memberikan penguatan mental dan spiritual kepada keluarga korban. Ia mengajak masyarakat untuk tabah dan meyakini bahwa korban yang wafat dalam musibah ini mendapatkan tempat mulia di sisi Tuhan.
“Orang yang meninggal karena tertimpa runtuhan termasuk dalam kategori syuhada. Insyaallah mereka diterima di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Ia berharap, peran strategis madrasah dan pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat kemanusiaan dapat terus diperkuat, sehingga keberadaannya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama di masa-masa sulit. @desi












