Search
Close this search box.

Rentetan Penemuan Jenazah Mengapung di Perairan Riau Picu Investigasi Lintas Daerah

Sepuluh jenazah laki-laki ditemukan mengapung di sekitar Pulau Jemur dan Panipahan sejak 7 November hingga awal Desember 2025./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | RIAU — Serangkaian penemuan jenazah tanpa identitas di perairan Rokan Hilir (Rohil) memicu perhatian serius aparat penegak hukum. Sepuluh jenazah laki-laki ditemukan mengapung di sekitar Pulau Jemur dan Panipahan sejak 7 November hingga awal Desember 2025. Penemuan yang terjadi berulang kali ini menimbulkan dugaan adanya insiden pelayaran besar di luar wilayah Riau.

Mayoritas jenazah ditemukan oleh nelayan lokal dalam kondisi yang sudah mengalami pembusukan berat. Kondisi tersebut membuat identifikasi awal menjadi sangat sulit. Lokasi penemuan berada di jalur tanker yang berbatasan langsung dengan perairan Sumatera Utara, sebuah kawasan yang dikenal padat aktivitas kapal kargo dan kapal nelayan.

Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP I Putu Adi Juniwinata, menyebut bahwa pola temuan serta kondisi jenazah memperlihatkan indikasi kuat bahwa insiden terjadi jauh sebelum para korban terbawa arus ke wilayah Riau.

“Kesepuluh jenazah ditemukan di wilayah laut lepas. Kondisinya sudah membusuk, sehingga kami menduga kuat bahwa mereka adalah korban kecelakaan pelayaran di luar daerah Riau,” ujar AKP Putu, Selasa (9/12/2025).

Dari sepuluh jenazah tersebut, dua korban berhasil diidentifikasi oleh keluarga mereka. Keduanya merupakan warga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara: Andri Manik (40) dan Darwis (47), yang diketahui berprofesi sebagai nelayan.

Informasi awal dari Kecamatan Pasir Limau Kapas turut memperkuat dugaan bahwa para korban berasal dari Sumatera Utara. Laporan mengenai kapal kargo yang dilaporkan tenggelam di Belawan serta sejumlah nelayan Tanjung Balai yang hilang menjadi petunjuk penting dalam investigasi.

Untuk mengurai rangkaian peristiwa ini, Polsek Panipahan membentuk koordinasi lintas sektor, melibatkan puskesmas setempat, Satpol Air, TNI AL, SAR, Basarnas, serta pemerintah daerah. Upaya pendataan, dokumentasi, pemeriksaan luar jenazah, hingga penerbitan visum telah dilakukan.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Anyer Banten

“Karena korban berasal dari luar Riau, kami berkoordinasi dengan kepolisian di Sumatera Utara untuk mencocokkan data orang hilang,” tegas AKP Putu.

Hingga kini, proses pencarian data tambahan dan pencocokan identitas terus dilakukan. Aparat berharap kerja sama lintas daerah dapat mengungkap penyebab pasti insiden serta memberikan kepastian bagi keluarga korban lainnya yang belum teridentifikasi. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :