VISI.NEWS | BANDUNG – Grup rock legendaris Slank kembali menyentak ruang publik lewat lagu terbarunya berjudul “Republik Fufufafa”. Dirilis bertepatan dengan peringatan 42 tahun perjalanan Slank, lagu ini langsung menuai sorotan karena liriknya yang satir, frontal, dan penuh kritik sosial terhadap kondisi sebuah negara yang digambarkan kacau balau.
Sejak awal, Slank menegaskan nada kritiknya melalui penggambaran negeri yang dipenuhi berbagai masalah struktural. Lagu ini menyoroti fenomena sosial seperti krisis moral, stunting, kurang gizi, hingga perilaku masyarakat yang dinilai semakin tidak sopan dan kehilangan empati. Satire menjadi senjata utama Slank untuk menyampaikan kegelisahan tersebut.
Salah satu cuplikan lirik yang paling menyita perhatian berbunyi, “Aku lahir di negri kacau balau”. Baris ini menjadi pembuka yang langsung menohok, menggambarkan kondisi negara yang porak-poranda, baik secara sosial maupun mental, tanpa perlu metafora yang rumit.
Lagu ini juga mengkritik keras ketergantungan terhadap kekuasaan, narkoba, dan judi, yang digambarkan sebagai “sakau” massal. Slank menempatkan masalah tersebut sebagai penyakit sosial yang saling terkait dan memperparah keadaan bangsa. Kritik disampaikan dengan gaya lugas khas Slank, tanpa basa-basi.
Dalam bagian lain, Slank menyoroti persoalan stunting dan rendahnya kualitas pendidikan, yang berdampak pada pola pikir masyarakat. Lirik-liriknya menyindir perilaku sok tahu, arogan, dan kurang ajar, seolah menjadi potret buram kehidupan sosial yang makin jauh dari nilai kesantunan.
“Republik Fufufafa” ditulis oleh Bimbim, drummer Slank. Ia dikenal kerap menuangkan keresahan sosial dan politik ke dalam karya-karyanya. Dalam lagu ini, Bimbim memilih pendekatan satir ekstrem, memancing tawa getir sekaligus rasa tidak nyaman bagi pendengarnya.
Tak hanya lagunya, video klip “Republik Fufufafa” juga ramai diperbincangkan. Para personel Slank tampil dengan dandanan menyerupai karakter Joker, simbol kekacauan, kegilaan, dan kritik terhadap sistem yang rusak. Visual ini memperkuat pesan lagu yang penuh sindiran.
Peluncuran lagu ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 42 tahun Slank, yang juga diisi dengan konser amal bertajuk “Hey 42th Slank” pada 27 Desember 2025 di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali. Konser tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas untuk korban bencana alam di Sumatra.
Seluruh hasil penjualan tiket dan lelang barang pribadi personel Slank didonasikan untuk kegiatan kemanusiaan. Melalui “Republik Fufufafa”, Slank kembali menegaskan posisinya sebagai band yang tidak hanya bersuara lantang lewat musik, tetapi juga konsisten menggabungkan kritik sosial, satire, dan aksi nyata.
Lirik Lagu “Republik Fufufafa”
Aku lahir di negri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau sakau
Sakau kuasa sakau narkoba
Sakau oiui ooai dan sakau berjudi
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik fufufafa
Negri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey
Pada gak sopan juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik fufufafa
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik fufufafa
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik uu a uu a uu a au
@uli












