Search
Close this search box.

Revolusi Digital: Garut Bidik Status Kabupaten Kesehatan Pertama

Simbolis penandatanganan kerja sama antara SID dan pemerintah Kabupaten Garut untuk program DED. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | GARUT – Summit Institute for Development bersama Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi meluncurkan program Digitally Enabled District (DED) sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital kesehatan di tingkat daerah. Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam memperluas implementasi ekosistem data kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berbasis data di Kabupaten Garut.

Digitally Enabled District (DED) adalah program yang digagas untuk memfasilitasi transformasi digital kesehatan kabupaten dengan membangun ekosistem layanan kesehatan primer yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data. DED telah diimplementasikan sejak tahun 2023 pada tahap pertama, dan pada tahun ini mulai memasuki tahap kedua. Inisiatif kini diperluas melalui strategi scaling up ke 27 puskesmas, guna memperkuat dampak transformasi digital di lini layanan kesehatan primer.

Dalam implementasinya, Digitally Enabled District (DED) menghadirkan berbagai solusi digital yang terintegrasi untuk memperkuat layanan kesehatan primer, mulai dari KuApps (Bidanku & Kaderku) yang mendukung pencatatan pelayanan luar gedung secara offline–online dengan sinkronisasi data, hingga Dynamic Workers Support (DWS) untuk penjadwalan dan monitoring kinerja tenaga kesehatan garis depan. Pemanfaatan data diperkuat melalui PWS Dashboard yang menyajikan visualisasi data kesehatan berbasis ILP di tingkat fasilitas dan desa guna mendukung pengambilan keputusan dan tindak lanjut yang lebih cepat dan tepat.

Selain itu, DED juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui AI OCR (Optical Character Recognition) untuk digitalisasi data dari formulir kertas secara otomatis serta AI Predictive Model untuk prediksi risiko kesehatan sebagai upaya deteksi dini. Sebagai pelengkap, Bunda Hebat HealthComm memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui fitur pengingat, konsultasi, dan layanan komunikasi kesehatan berbasis digital guna meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan terhadap layanan kesehatan.

Baca Juga :  Humaira Zahrotun Noor Soroti Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSUP Dr. Hasan Sadikin

Dalam acara Peluncuran Perluasan Program Digitally Enabled District Kabupaten Garut 2026 yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 di Hotel Harmoni, Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, turut menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Dalam pesannya, beliau menegaskan pentingnya transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Bagi saya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Garut. Saya mengajak seluruh pihak terkait, terutama tenaga kesehatan di posyandu dan puskesmas, untuk bersama-sama meningkatkan budaya digital dalam pelayanan kesehatan,”
Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Nurdin Yana, M.H. selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Garut yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan dan perluasan inisiatif Digitally Enabled District (DED) di Kabupaten Garut, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung implementasinya secara berkelanjutan.

“Inisiatif ini adalah salah satu program yang apabila berjalan dengan baik akan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat karena meningkatnya layanan kesehatan, tentu ini sesuai dengan janji Pemerintah Kabupaten Garut untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Garut serta perwakilan Kementerian Kesehatan. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, mewakili Kementerian Kesehatan, menyampaikan dukungannya terhadap implementasi transformasi digital di tingkat daerah sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan nasional. Ia tidak memungkiri bahwa program ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan berbasis data di daerah.
CEO Summit Institute for Development, Yuni Dwi Setiyawati, B.Nutr, MHID, Dietitian, dalam sambutannya juga sangat optimis menyambut perubahan layanan kesehatan di Indonesia dapat dimulai dari Garut.

Baca Juga :  Silaturahmi Kapolda Jabar di Ponpes Darussalam Ciamis, Perkuat Sinergi Polri dan Pesantren dalam Menjaga Kamtibmas

“Kabupaten Garut dapat menjadi pionir dalam transformasi digital layanan kesehatan dan menjadi rujukan nasional bahkan internasional.”

Momentum peluncuran ditandai dengan penayangan video implementasi Digitally Enabled District yang menampilkan bagaimana teknologi digital dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat komunitas hingga fasilitas layanan kesehatan. Sebagai bentuk komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Garut bersama 27 puskesmas menandatangani pakta integritas guna memastikan implementasinya berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Peluncuran ini juga menampilkan demonstrasi langsung oleh tim champion, yang memperlihatkan penggunaan sistem dalam praktik pelayanan sehari-hari. Penguatan implementasi ini ditandai dengan pengesahan tim champion melalui surat keputusan resmi sebagai penggerak utama adopsi digital di fasilitas layanan kesehatan.

Dalam sesi Voice from the Field, Muhammad Nurul Akbar, salah satu nakes Puskesmas Bayongbong yang bergabung dalam tim champion, menyampaikan pengalaman dari lapangan yang menunjukkan bagaimana digitalisasi membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Acara berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mendorong transformasi sistem kesehatan di Kabupaten Garut. Melalui program Digitally Enabled District, Kabupaten Garut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan ekosistem digital kesehatan yang berkelanjutan dan berdampak nyata di Indonesia, bahkan dunia.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :