“RHK” Rambu Anyar bagi Pemotor di Kota/Kab. Bandung

RHK di Jalan Merdeka Kota Bandung./visi.news/yayan sofyan.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dalam upaya memutus mata rantai Covid-19, selain di ruang-ruang publik, di perkantoran, di sekolah-sekolah, di jalan raya pun upaya yang sama mulai dikukan di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung.

Caranya, di sejumlah titik, terutama di “traffic light” kini ada Ruang Henti Kendaraan (RHK) sepeda motor. Layaknya pembalap di motorGP di garis star, pengguna jalan berhenti di garis putih dan berjejejer rapi dengan jarak yang sudah diatur.

Pemandangan ini terlihat di salah satu titik di di traffic light di Soreang, Ibu Kota Kabupaten Bandung, Jumat (17/7). Para pengendara sepeda motor terlihat berjejer dan patuh menjaga jarak.

Para pengendara sepeda motor berhenti dan berjejer di RHK salah satu traffic light di Soreang./visi.news/yayan sofyan.

“Benar kita telah memasang RHK sepeda motor di sejumlah titik, terutama di traffic light. Ini dalam upaya pencegahan atau dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 antar-pengemudi dan penumpang sepeda motor di jalan raya,” kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan melalui Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Raden Erik Bangun Prakasa ketika dikonfirmasi, Jumat (17/7).

Pemasangan RHK di sejumlah titik di traffic light di Soreang ini, kata Erik atas kerja sama Polresta Bandung dengan Dishub Kab. Bandung.

“Pemasangan RHK ini jauh-jauh hari telah disosialisikan dan umumnya para pengendara mamatuhui dengan berhenti di RHK dengan menjaga jarak.

Sementara itu, di Kota Bandung pun RHK telah hadir. RHK roda dua mirip starting grid sirkuit ini terlihat di Jalan Merdeka. Garis berwarna putih digambar di atas aspal bercat merah.

Menurut Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, RHK mirip starting grid sirkuit untuk menjaga jarak antara pengedara satu dengan lainnya dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

Namun dari pantauan di Jalan Merdeka, masih terlihat pengendara roda 2 menghentikan kendaraannya melebihi garis putih.

Anggota polisi yang bertugas pun harus turun tangan untuk mengingatkan pengendaraan itu untuk berhenti ditanda putih yang sudah disediakan.

Sementara itu, Kakang (34) salah seorang pengendara roda dua ketika dimintai komentarnya terkait dipasangnya RHK baik di sejumlah titik di Kab Bandung ataupun di Kota Bandung mengapreasinya.

Ini, kata Kakang, positif karena terkait dengan upaya pencegahan atau dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 agar pengendara motor jaga jarak. Ini kata Kakang, untuk mencegah pengengndara motor tak “pasesedek” atau berdempetan.

“Upaya yang dilakukan Polri dan Dishub dengan memasang RHK sepada motor jujur saya apresiasi. Hanya yang jadi pertanyaan, apakah pengguna jalan siap mematuhinya dengan berhenti di RHK? Pasalnya kerap melihat pengendara ‘cuek’ dan ‘bedegong’ serta kerap juga kucing-kucingan dengan petugas di lapangan,” kata Kakang warga Ujungberung ini yang setiap hari dengan motornya lewat ke Jl. Merdeka. @yan

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lahan Kosong di Bantaran Sungai Citarum Bakal Dibangun Sarana Olahraga dan Taman Edukasi

Jum Jul 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Lahan kosong di bantaran Sungai Citarum Kampung Patrol, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bakal ditata menjadi kawasan hijau, yaitu dibuat taman dan sarana olahraga. Sarana-sarana olah raga itu seperti lapangan bola voli, bola basket, dan fasilitas olahraga lainnya. Bahkan direncanakan akan dibangun taman […]