Search
Close this search box.

Ribuan Jiwa Terdampak, BPBD Sukabumi Ungkap Pemicu Banjir Bandang Cisolok

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki./visi.news/Andri.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menjelaskan bencana banjir bandang di Kecamatan Cisolok pada Senin (26/10/2025), dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi. Sementara itu Sungai Cisolok mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air.

“Pada waktu kejadian curah hujan sangat tinggi kalau tidak salah diatas 200 milimeter, kemudian sungai juga ada pendangkalan, manaka air besar sungai dangkal sehingga tidak tertampung, air melebar ke kiri kanan sungai,” ujarnya.

Menurut dia, pada saat itu air yang mengalir tampak keruh, diduga akibat terjadinya erosi di bagian hulu sungai.

Mengenai terjadinya erosi di bagian hulu, Eki menuturkan belum dapat memastikan penyebabnya. “Tapi akibat erosi itu sendiri saya tidak bisa memastikan, harus dianalisa oleh dinas terkait,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Eki menuturkan untuk penanganan tanggul Sungai Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi telah mendorong Balai Besar Wilayah Sungai maupun PSDA Provinsi Jawa Barat agar segera melakukan langkah penanganan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.

“Sampai saat tanggul yang ada di Sungai Cisolok belum kita sentuh, karena itu menjadi salah satu pintu masuk air. Kenapa itu tidak tersentuh karena itu merupakan kewenangan dari provinsi, kita mendorong ke BBWS maupun PSDA. Dan Alhamdulilah bronjong itu sudah dibantu kurang lebih 800 bronjong,” ujarnya.

Ratusan Rumah Rusak

Lebih lanjut Eki menjelaskan, selain terjadi banjir bandang, disaat bersama juga terjadi longsor. Bencana itu terjadi di dua kecamatan, Cisolok dan Cikakak.

Berdasarkan hasil pendataan, tercatat 18 titik longsor dan 43 lokasi banjir yang tersebar di 15 desa.

Dari hasil verifikasi, sebanyak 49 rumah mengalami rusak berat, 51 rumah rusak sedang, dan 407 rumah rusak ringan, sementara 4 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Baca Juga :  Karier Mudryk Terancam Usai Skors Empat Tahun

Menurut Eki, pada saat kejadian terdapat 562 rumah yang terendam banjir.

Beberapa fasilitas umum juga terdampak, termasuk jembatan, masjid, dan sekolah. Secara keseluruhan, jumlah korban terdampak mencapai 1.109 kepala keluarga atau 3.732 jiwa.

Terkait status kebencanaan, Eki menyampaikan bahwa Bupati Sukabumi telah mencabut status tanggap darurat pada 31 Oktober 2025, dan pada hari yang sama menetapkan masa transisi menuju pemulihan. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :