Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Lawan Benih Terorisme

Editor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Makassar dan DKI Jakarta./cnn indonesia/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengajak seluruh warga Jabar untuk melawan benih terorisme di lingkungan tempat tinggal dengan menjalin komunikasi antarpihak. Hal ini dilontarkan menyusul aksi bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan Mabes Polri beberapa hari lalu.

“Saya menitipkan kepada masyarakat untuk tetap tenang kemudian kita lawan benih-benih terorisme,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil ini di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Kamis (1/4/2021), mengutip CNN Indonesia dari Antara.

Emil mengungkapkan, dalam hidup bertetangga ada sapa warga. Kemudian, di tingkat Rukun Warga (RW) ada program siskamling. Kegiatan interaksi itu perlu ditingkatkan dan diperkuat.

“Kalau ada sahabat atau kawan kita yang terduga perilakunya melenceng dari norma, mari kita rangkul dengan silih asah, silih asih, saluh asuh,” ujarnya.

Emil mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi baru-baru ini. Baginya, sikap waspada menjadi tantangan bersama.

Pada kesempatan yang sama, Emil juga menjamin keamanan beribadah bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Paskah akhir pekan ini.

Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait. Peningkatan keamanan, juga dilakukan di gedung pemerintah dan kantor polisi di Jabar.

“Nanti di hari Paskah hari Jumat silahkan umat Kristiani untuk tidak takut melaksanakan kegiatan peribadatannya. Itu karena Kepolisian dan TNI juga akan menguatkan yang namanya keamanan di titik-titik yang diperlukan,” terangnya.

Sebagai informasi, serangan teror Gereja Katedral Makassar berupa aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri berinisial L dan istrinya YSR pada Minggu (28/3). Keduanya disebut masih berusia sekitar 26 tahun.

Tiga hari berselang, seorang perempuan berinisial ZA berusia 25 tahun yang diduga teroris yang beraksi sendiri (lone wolf) menyerang Mabes Polri. Atas aksinya itu, ZA langsung ditembak mati oleh petugas di lokasi.

Baca Juga :  Antisipasi Libur Panjang, Polsek Limpung Intensifkan Patroli di Objek Wisata

Banyak Kejanggalan

Sementara itu, pengamat teroris dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya, mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan terkait orang tak dikenal (OTK) sebagai teroris dalam peristiwa penembakan di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. Menurut dia, insiden tersebut ditemukan banyak kejanggalan.

“Bisa saja itu anak perempuan lagi marah kemudian ada yang memengaruhi dia. Karena di sini banyak kejanggalan, kok dia bisa lewat metal detector, kan aneh,” kata Harits saat dikonfirmasi, Rabu (31/3/2021), seperti dilansir Republika.co.id.

Selain itu, Harits juga mempertanyakan mengapa OTK itu langsung dieksekusi mati saat itu juga. Seharusnya, pihak kepolisian bisa melumpuhkan kakinya agar lebih mudah mengungkapkan identitas dan tujuan tindakan OTK.
Sebab, banyak orang yang marah atau labil lalu bisa dikondisikan seperti OTK yang lakukan.

Dilihat dari video yang beredar di media sosial, Harits melihat sosok perempuan tersebut amatiran. Harits menyebut dia tidak paham medan yang dimasuki dan tidak paham untuk mempertahankan diri.

“Dia (OTK) putar-putar di ruang terbuka sambil nenteng senjata api (senpi). Dan kalau benar senpi bagaimana bisa ia lolos dari pintu penjagaan? Bisa saja dia wanita dalam kondisi labil, marah, atau semacamnya di bawah kendali hipnosis atau obat-obatan. Kemudian dia disuruh melakukan sesuatu yang di luar kesadaran dirinya,” ujar dia. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Pers Jerman Kecam Gundogan cs 'Memalukan Sekali'

Jum Apr 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Penampilan Timnas Jerman disebut memalukan setelah menelan kekalahan pertamanya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia dalam kurun 20 tahun terakhir yang terjadi di kandangnya sendiri dan lawannya pun medioker Makedonia Utara. Kekalahan 1-2 kian membuat tertekan pelatih Joachim Loew. “Kekecewaannya besar sekali,” kata Loew setelah pertandingan di Duisburg […]