Riki, "Tangani Banjir di Bandung Timur Harus dengan Kesadaran Kolektif"

Editor Kompleks Bumi Orange Desa Cinunuk/Cimekar ketika diterjang air bah alias banjir yang bercampur aneka sampah./visi.news/yaso.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tangani dan meminimalisir terjangan di sejumlah titik di Bandung timur, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, harus ada kesadaran, partisipasi, dan kepedulian kolektif dari semua pihak.
Demikian dilontarkan Riki Ganesa S.Hut, anggota DPRD Kabupaten Bandung menanggapi terjangan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Cileunyi dan Rancaekek yang terjadi Senin (26/10/2020).
Di Cileunyi saja banjir menerjang Jl Raya Cinunuk, Kompleks Bumi Orange, Desa Cinunuk dan Kampung Jajawai Desa Cileunyiwetan.
“Intinya, penanganan dan antisipasi banjir harus ada kesadaran, gerakan dan kepedulian kolektif. Baik itu pemangku kebijakan di tingkat pusat, daerah, hingga RW dan RT. Termasuk dengan sejumlah pihak, terutama dari masyarakatnya,” kata Riki ketika dimintai komentarnya melalui telepon selulernya, Kamis (29/10/2020) sore.
Kesadaran dan kepedulian kolektif itu kata Riki, di antaranya bagaimana kita harus sama-sama punya kesadaran memelihara lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membangun di sempadan sungai, dan mendirikan bangunan di atas drainase.
“Sah sah saja dan saya apresiasi jika ada pengerukan sungai untuk meminimalisasi banjir. Hanya saja ini tergolong parsial dan jika tidak ditindaklanjuti oleh kesadaran dan kepedulian kolektif sangat disayangkan. Jika saja pemerintah menggelontorkan anggaran besar untuk menormalisasikan sungai tanpa ditindaklanjuti kesadaran kolektif akan sia-sia,” tandasnya.
Menurut Riki, dari hasil pemantuan di sejumlah titik banjir di Cileunyi baru-baru ini ada sejumlah faktor penyebabnya. Di antaranya, drainase buruk karena endapan lumpur dan tersumbat tumpukan sampah. Begitu pula, selokan dan sungai selain dangkal karena endapan lumpur dan dipenuhi sampah juga menyempit.
“Untuk itu, menghadapi musim hujan saat ini saya mengajak untuk sama tergerak dan adanya kesadaran kolektif untuk meminimalisasi banjir dengan cara memelihara lingkungan agar tak terjadi bencana besar,” ajak anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Golkar Komisi A asal dapil 3 ini.
Seperti banjir yang menerjang sejumlah titik Senin (26/20/2020) sore di antaranya di Jalan Raya Cinunuk, depan SMA Mekar Arum, di Kompleks Bumi Orange Desa Cinunuk/Cimekar dan di Kp. Jajaway Desa Cileunyiwetan.
Saat terjadi banjir di Jalan Raya Cinunuk air meluber ke jalan raya. Pasalnya, drainase tak berfungsi karena tersumbat lumpur dan tumpukan sampah. Begitu pula saat banjir di Kompleks Bumi Orange Desa Cinunuk dan Desa Cimekar, drainase, selokan dan sungai meluap karena terhambat endapan lumpur serta sampah.
“Sebenarnya meski banjir yang menerjang Kompleks Bumi Orange ini tergolong rutin tapi kami miris juga. Pasalnya, penyebab utama terjadinya banjir dari sampah. Entah dari mana berbagai jenis sampah ini. Yang pasti, terjangan banjir penyebab utama dari sampah sehingga air meluap ke jalan raya dan menggenangi rumah-rumah,” tutur Balak (54) tokoh masyarakat Komplek Bumi Orange RW 29 Desa Cinunuk. @yas

Baca Juga :  Wacana MUI Sebagai Mufti Mengemuka di Konferensi Fatwa

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Uben, "Berharap SPSI Jadi Kekuatan Politik"

Kam Okt 29 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung, Uben Yunara berharap SPSI menjelma menjadi kekuatan politik dalam menentukan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ke depan, jika para buruh ingin mengubah diri. “Apakah ini sebuah hukuman bagi para buruh […]