Riko Andreas, Sarjana Hukum yang Jualan Kaki Lima di Sekitar GBLA

Editor Riko Andreas menunggu lapak dagangannya di seberang GBLA, Minggu (19/11/2023). /visi.news/aep sa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Bagi Riko Andreas kemandirian itu lebih penting dibandingkan dengan status sosial, maka meski pendidikannya sarjana hukum, ia tidak canggung melayani pelanggan di lapak kaki limanya pinggir jalan sekitar Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Berdagang itu lebih punya kebebasan dibanding kita kerja, meski penghasilannya tidak seberapa, saya menikmati pekerjaan seperti ini,” ungkapnya kepada VISI.NEWS, Minggu (19/11/2023) .

Dia bercerita, selepas kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandung sempat bekerja di Pekanbaru, Riau. “Sempat bekerja di beberapa perusahaan dengan gaji yang lumayan, tapi dulu kan tidak punya kebebasan waktu seperti sekarang ini,” ungkap pria kelahiran lampung 38 tahun lalu ini.

Di lapaknya ada bala-bala hangat, ragam jenis minuman dan kopi seduh, teh dingin, mie rebus dan makanan-makanan ringan lainnya.

“Pendapatan bersih kalau hari kerja rata-rata Rp 50 ribu, kalau hari libur atau Minggu rata-rata Rp 100 ribu,” ungkap lajang yang sampai sekarang mengurus ibunya ini.

Riko yang berayahkan Padang dan ibu dari Ciwalengke, Majalaya, Kabupaten Bandung ini mengatakan, dengan kebebasan waktu yang dimilikinya, ia bisa sambil aktif Karang Taruna di sini.

“Karang Taruna di sini potensinya sangat besar karena kan ada Stadion GBLA dan Mesjid Al Jabar. Kita diberi ruang untuk mengembangkan potensi anak-anak muda di sini,” ungkapnya.

Katanya, ke depan Karang Taruna di sini sedang berupaya agar bisa mengelola pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lahan parkir GBLA dan Mesjid Al Jabar.

“Karena saya yakin kalau Karang Taruna di sini dilibatkan bisa membantu pemeritah dalam pemeliharaan ruang terbuka di sekitar GBLA. Yah paling tidak rumputnya tidak akan dibiarkan tumbuh seperti itu, kan banyak ular juga, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Istri Mensos Gendong Bayi Putra Pejuang TKSK yang Gugur Saat Bertugas

Rumput di beberapa bagian GBLA, pada Minggu nampak kurang terurus dan tumbuh hampir menutupi pagar belakang Stadion GBLA. “Padahal, seharusnya stadion ini bisa dipelihara dan ditata dengan baik karena menjadi kebanggaan warga Kota Bandung,” ungkap Maman, salah seorang pegowes yang sedang berada di kawasan tersebut.

@asa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pertikawan, Kemah Bakti Pramuka Jaga Hutan dan Lingkungan

Ming Nov 19 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono, membuka acara Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (PERTIKAWAN) Regional Bali Nusa Tengggara 2023 di Bumi Perkemahan Wanabakti, Taman Nasional Bali Barat, Provinsi Bali, pada Sabtu (18/11). Pertikawan merupakan kegiatan 5 (lima) tahunan dalam […]