VISI.NEWS | JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi kencan telah menjadi salah satu cara paling populer bagi generasi muda, terutama Gen Z, untuk mencari pasangan. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, penggunaan dating app dianggap sebagai metode yang mudah dan praktis untuk berinteraksi dengan calon pasangan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, muncul risiko serius berupa impersonifikasi atau penyalahgunaan identitas yang dapat membahayakan pengguna.
Psikolog Agata Paskarista mengungkapkan bahwa kebebasan pengguna dalam mempersonalisasi profil di aplikasi kencan berpotensi menimbulkan impersonifikasi. “Mereka merasa aman karena bisa anonim dan tidak sesuai dirinya yang asli. Ini adalah salah satu kekurangan dari aplikasi kencan, yaitu berpura-pura menjadi orang lain,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com pada Jumat (16/12/2024). Kesadaran tentang potensi risiko ini perlu ditingkatkan, terutama di kalangan pengguna Gen Z.
Menariknya, meskipun Gen Z dikenal lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya, Agata menekankan bahwa pengetahuan teknologi tidak menjamin perlindungan dari risiko-risiko impersonifikasi. “Walaupun mereka mungkin lebih mampu membedakan mana yang penipuan dan mana yang tidak, penting untuk tetap berhati-hati,” tambahnya. Mengingat penipu kini semakin canggih dan dapat berasal dari kelompok yang sama, kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko tersebut.
Lebih jauh lagi, penting untuk dicatat bahwa tidak semua Gen Z memiliki tingkat literasi digital yang sama. Agata menjelaskan bahwa berbagai faktor seperti tingkat pendidikan, akses terhadap teknologi, lingkungan tempat tinggal, dan pengalaman pribadi dapat mempengaruhi keterampilan teknologi individu. Ketidaksamaan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penipuan, meskipun sebagian besar dari mereka sangat terpapar dengan dunia digital.
Sebagai kesimpulan, pengguna Gen Z perlu menyadari potensi risiko ketika menggunakan aplikasi kencan. Agata menyarankan agar mereka selalu waspada dan tidak mudah percaya pada identitas yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang risiko dari impersonifikasi, Gen Z dapat lebih bijak dalam menjelajahi dunia kencan daring ini, menjadikan pengalaman mereka lebih aman dan menyenangkan. @berlin












