VISI.NEWS | BANDUNG – Sebuah insiden tragis terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam di Kota Bandung. Rumah Makan (RM) Sambara yang berlokasi di Jalan Trunojoyo menjadi sasaran amuk massa saat aksi demonstrasi berakhir ricuh. Restoran yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Sunda di kawasan tersebut bagian dalamnya ludes terbakar.
Menurut keterangan warga sekitar, Sabtu (30/8/2025) api mulai terlihat sekitar pukul 21.15 WIB, tak lama setelah massa demonstran merangsek ke kawasan Trunojoyo dari arah Gedung DPRD Jawa Barat. “Awalnya hanya lemparan batu ke arah kaca, lalu tiba-tiba api menyala di bagian depan restoran,” ujar Rian, seorang saksi mata.
Petugas pemadam kebakaran baru bisa menjinakkan api sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengerahkan lima unit mobil damkar. Namun, sebagian besar bangunan sudah rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sejumlah pelanggan yang saat itu sedang bersantap panik berhamburan keluar saat massa mulai merangsek. Beberapa di antaranya meninggalkan makanan begitu saja di meja.
Menurut kesaksian karyawan, terdengar teriakan massa di luar restoran sebelum kaca depan dihantam batu. Asap mulai mengepul ketika salah seorang pengunjuk rasa melemparkan benda menyala ke arah tirai. Dalam hitungan menit, api merambat cepat ke bagian atap bangunan.
Rumah Makan Sambara selama lebih dari dua dekade dikenal sebagai destinasi kuliner khas Sunda yang banyak dikunjungi wisatawan, pejabat, hingga artis ibu kota. Interiornya yang memadukan konsep modern dan tradisional kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Restoran ini juga dikenal sebagai pelopor penyajian menu Sunda dengan sentuhan kekinian. Menu andalannya antara lain gurame cobek, karedok, nasi timbel komplit, dan aneka olahan ikan bakar. Banyak pelanggan setia yang datang dari luar kota hanya untuk menikmati cita rasa masakan di tempat ini.
Pemilik restoran, dan karyawan menyampaikan kesedihannya atas peristiwa ini. “Ini bukan hanya soal bangunan yang terbakar, tapi juga soal puluhan karyawan yang kini kehilangan mata pencaharian. Kami benar-benar terpukul,” katanya dengan suara bergetar saat ditemui awak media.
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Ia mengecam aksi anarkis yang merugikan banyak pihak dan berjanji akan memberi pendampingan kepada pemilik usaha. “Sambara adalah bagian dari wajah kuliner Bandung. Kami tidak bisa tinggal diam melihat ikon kota ini hancur karena tindakan tak bertanggung jawab,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, juga menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi upaya pemulihan RM Sambara yang pernah mendapat predikat rumah makan terbaik ke dua di Kota Bandung ini. “Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar rumah makan ini bisa segera bangkit kembali. Kuliner Sunda adalah bagian dari identitas pariwisata Bandung,” katanya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meninjau lokasi bekas kebakaran bersama Sekda Herman Suyatman Sabtu menyatakan pihaknya akan membantu rumah makan tersebut agar bisa segera dibangun lagi. “Selain sepuluh motor yang tadi malam dibakar akan diganti dengan motor baru, saya akan bantu juga rumah makan ini agar segera dibangun lagi, ” ujarnya.
@uli












