VISI.NEWS | BANDUNG — Dalam rangka mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), PC Robithoh Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Bandung menginisiasi pertemuan strategis dengan berbagai lembaga nasional dan akademik. Pertemuan berlangsung Kamis (30/10/2025) di Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung No. 9, Kota Bandung.
Pertemuan tersebut dihadiri penasihat PC RMI Kabupaten Bandung sekaligus Pengurus PWNU Jabar, KH. Kurtubi, bersama jajaran RMI Kabupaten Bandung seperti H. Budi Faisal Farid, H. Eet, Ustaz Husni, dan Miss Amy. Hadir pula delegasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dipimpin Direktur PPSPK Nur Hidayati, tim Center of Excellence (CoE) Telkom University yang diwakili Dr. Farda Hasun, Nuslih, dan Bambang Melga, serta perwakilan perusahaan kuliner dan teknologi dapur PT Dulala.
Suasana pertemuan berjalan santai namun penuh semangat sinergi. KH. Kurtubi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dijalin. Ia menegaskan pentingnya mempermudah prosedur kerja sama demi percepatan program. “Agar prosedural setiap kerja samanya tidak berbelit, dibuat mudah, dan yang penting action-nya,” ujar KH. Kurtubi, yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar.
Ketua PC RMI Kabupaten Bandung, H. Budi Faisal Farid, menyampaikan bahwa momentum Hari Santri 22 Oktober menjadi motivasi tersendiri bagi RMI untuk mendukung agenda nasional. “Tema mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia menjadi ruh pertemuan ini. Pada pemerintahan Pak Prabowo dengan program super prioritas Makan Bergizi Gratis, kami dari RMI siap mensupport,” ujarnya.
Budi menegaskan bahwa dukungan RMI bukan sekadar wacana, tetapi dilandasi komitmen moral dan religius. “Insyaallah ketika kita berikhtiar menyukseskan program MBG ini, cita-cita yang kita ikhtiarkan akan dimudahkan Allah SWT,” tambahnya.
Dr. Farda Hasun dari Telkom University menyampaikan kesiapan lembaganya melalui 36 Center of Excellence yang dimiliki. Ia menilai program MBG memiliki dampak ekonomi berlapis. “Multiplier effect-nya ada lima, dan akan terasa besar jika dilakukan dengan baik. Kami siap membantu rantai pasokan, melibatkan petani lokal, serta memperkuat kolaborasi agar manfaatnya dirasakan NU dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Dari pihak pemerintah, Direktur PPSPK BSN Nur Hidayati memastikan dukungan dalam menjamin standar mutu produk yang terlibat dalam program MBG. “BSN siap hadir untuk memastikan kualitas di berbagai lini produk, melalui proses standardisasi nasional sebagai penjamin mutu,” tegasnya.
Agenda ditutup dengan presentasi PT Dulala, perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang penyediaan produk pengolahan makanan dan perlengkapan dapur untuk mendukung supply chain program MBG. Presentasi memaparkan inovasi teknologi dapur dan sistem suplai yang siap diintegrasikan dalam ekosistem program.
Pertemuan silaturahmi dan konsolidasi ini ditutup dengan sesi foto bersama. Pihak RMI Kabupaten Bandung menegaskan akan menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program nyata dan sinergi lintas lembaga demi tercapainya manfaat maksimal bagi umat dan masyarakat.
@bambang melga












