RSUD Al Ihsan Tambah 56 Nakes untuk Layani Pasien Covid-19 yang Meningkat

Editor Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, Baleendah, dr. Ferry Achmad Firdaus Mansoer, Sp.OG. /visi.news/tania hazimah
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, Baleendah, dr. Ferry Achmad Firdaus Mansoer, Sp.OG., mengatakan, dalam dua minggu terakhir pasien Covid-19 meningkat.

Untuk itu, katanya, RSUD Al Ihsan sudah ada penambahan tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 30 orang secara mandiri atas inisiatif pihak rumah sakit, dan mendapatkan bantuan 26 perawat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat. “Semua didistribusikan untuk menangani pasien Covid-19. Jadi totalnya ada penambahan nakes sebanyak 56 orang, ” ujar Ferry kepada VISI.NEWS, di ruang kerjanya, Jumat (11/6/2021) sore.

Selain penambahan nakes, Ferry juga menjelasksn bahwa RSUD Al-Ihsan menyediakan 151 tempat tidur termasuk ICU (Intensive Care Unit) yang dikhususkan untuk pasien Covid-19.

Dari 151 tempat tidur iti dibagi dua bagian, yakni 128 tempat tidur level kuning (tingkat kegawatan sedang) dan 23 tempat tidur level merah (tingkat kegawatan tinggi).

“Untuk level merah ditempatkan di ICU dan untuk level kuning ditempatkan di ruang perawatan biasa,” jelas Ferry.

Lebih lanjut dikatakan Ferry, pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Al-Ihsan untuk melakukan perawatan intensive, biasanya yang perlu isolasi mandiri di rumah, namun kondisinya tidak memungkinkan.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, biasanya di ICU atau level kegawatannya tinggi, tidak pernah kosong, jadi pergi dan datang lagi,” ungkap Ferry.

Dikatakan, untuk melakukan penambahan ruang ICU tidak mudah karena harus ada biaya yang besar, harus ada SDM yang baik. “Karena membuka ICU tidak semudah yang dibayangkan. Biaya untuk membeli alat-alatnya pun sedikitnya diperlukan dana Rp 200 juta hingga Rp. 300 juta, ” kata Ferry.

Ruang Perawatan

Mengingat jumlah pasien yang terus meningkat, ketika disinggung masalah ruang perawatan, Ferry mengatakan, saat ini untuk level kuning atau diruang perawatan, sudah ada penambahan tempat tidur sekitar 50 unit. Jadi totalnya ada 178 tempat tidur.

Baca Juga :  Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi, Ciroyom dan Gedebage Selatan Segera Dibenahi

“Kita sudah membuka 50 tempat tidur untuk level kuning. Tidak mudah juga karena kita harus memikirkan peralatan, tenaga kesehatan, dokter, ahli gizi, pembantu perawat, dan satpam. Dan alhamdulillah sudah kita persiapkan semuanya,” ungkap Ferry.

Obat-obatan

Sedangkan persediaan obat-obatan khsusus untuk pasien Covid-19 di RSUD Al-Ihsan, Ferry mengatakan, bisa terbilang cukup karena disediakan pemerintah. Sedangkan jika ada obat-obatan tertentu yang harus dibeli karena itu tidak disediakan oleh pemerintah, maka pihak rumah sakit yang menyediakannya.

Dibagian akhir keterangannya, Ferry mengingatkan masyarakat bahwa biaya rawat untuk pasien Covid-19 itu gratis karena semua biaya sudah ditanggung dari pemerintah.

“Akhir-akhir ini banyak pasien yang dirujuk ke rumah sakit, sebenarnya tidak semua Covid-19. Karena kita pun saat ini sedang menghadapi musim demam berdarah, penyakit tropis contohnya seperti tifus dan adapula yang kecelakaan lalu lintas” ujarnya.

Ferry mengungkapkan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui data jumlah positif Covod-19, meninggal dan sembuh bisa dilihat di www.pikobar.jabarprov.go.id karena semua data sudah dikirim ke website tersebut.@alfa/nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Blusukan ke Sawah, Gus Muhdlor Cek Afvour Kali Kedungan Penyebab Banjir Desa Pesawahan Kec Porong

Sab Jun 12 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Masalah banjir yang kerap terjadi setiap tahun di desa Pesawahan kecamatan Porong menjadi perhatian Gus Muhdlor. Penyebabnya karena ada beberapa kali yang mengaliri area persawahan yang mestinya bisa menampung air saat musim hujan kini kondisinya mengalami pendangkalan. Terutama afvor kali Kedungan. Jum’at Sore, (11/6/2021). Gus Muhdlor blusukan […]