Rudy Gunawan, “Jabatan Kadispora Garut Segera Diganti”

Bupati Garut, Rudi Gunawan saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus korupsi bawahannya./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Bupati Garut, Rudy Gunawan angkat bicara terkait penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jawa Barat, terhadap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kus, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul. Rudy berjanji untuk segera menggantikan posisi Kus sebagai Kadispora agar tak sampai terjadi kekosongan di dinas tersebut.

“Kita akan segera lakukan penggantian untuk jabatan Kadispora menyusul penahanan yang dilakukan Kejari terhadap Kadispora saat ini. Hal ini kan menjadikan Pak Kuswendi berhalangan tetap sehingga harus ada orang yang mengantikannya,” ujar Rudy kepada wartawan di halaman pendopo, Jumat (10/7).

Dikatakannya, pergantian jabatan Kus sebagai Kadispora saat ini tengah dalam proses yang langsung diurus oleh Sekda. Namun, meskipun Kus akan dicopot dari jabatannya sebagai Kadispora, ia masih akan tetap menjadi PNS.

Menurut Rudy, pihaknya sangat menghargai proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan SOR Ciateul ini. Hal ini termasuk langkah pihak Kejari yang melakukan penahanan terhadap salah seorang anak buahnya.

Diakuinya, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan SOR Ciateul ini sendiri sudah cukup lama ditangani pihak penyidik. Bahkan kasusnya sudah ditangani semasa Kapolres dan Kajari yang dulu.

Saat dimintai tanggapannya tentang dugaan korupsi dalam proyek pembangunan SOR Ciateul sendiri, Rudy enggan berkomentar banyak. Menurutnya kebenrannya tentu masih harus dibuktikan di pengadilan nanti.

“Ya tentunya harus bisa dibuktikan di pengadilan. Malasalah pelanggarannya, nanti kita lihat saja di persidangan,” katanya.

Berbeda dengan pernyataan sebelumnya Rudy sempat mengatakan bahwa kerugian negara akibat dugaan korupsi proyek pembangunan SOR Ciateul sudah dikembalikan.

Kini Rudy mengakui bahwa sebagian kerugian negara itu memang belum dikembalikan. Dalam LHP BPK, disebutkannya ada kerugian sebesar Rp 700 juta dalam proyek pembangunan SOR tersebut.

“Di LHP BPK itu memang ada kerugian negara yang dikembalikan, tetapi ada juga yang belum dikembalikan. Namun, semuanya itu menjadi kewajiban pihak rekanan,” ucap Rudy. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diskominfo: Perlu Bersinergi dengan PWI dalam Hal Penyampaian Informasi

Jum Jul 10 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Tugas dan fungsi Dinas Komukasi dan Informasi (Diskominfo) tidak bisa lepas dari media. Demikian dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bandung Yudi Abdurahman saat beraudiensi dengan pengurus PWI Kabupaten Bandung, Jumat (10/7) siang. Dijelaskan Yudi, tugas dan fungsi lembaga yang dikepalainya ini mempunyaii 5 bidang, […]