Search
Close this search box.

RUMAH ALLAH: Mengenal Masjid Artistik yang Ditutupi Asmaul Husna

Masjid Agung Asmaul Husna terletak di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten./republika.co.id/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS –  Masjid tak ayal hanya sebagai tempat ibadah kaum muslim, namun juga menjadi destinasi yang representatif untuk mengenal sejarah dan nilai-nilai keislaman dari berbagai aspek, terutama arsitekturnya.

Ada banyak masjid yang memiliki cerita tersendiri dalam pembangunannya, di antaranya yang belakangan cukup santer diperbincangkan adalah Masjid Raya Asmaul Husna yang berlokasi di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten.

Masjid yang diresmikan pada 2013 ini sekilas mengundang rasa penasaran. Terutama kaligrafi jenis kufi yang seakan menutupi tubuh bangunan tempat pemujaan. Tulisan Arab memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata, namun jika dilihat lebih dekat bisa mengundang keheranan. Tulisan yang membungkus masjid tidak lain adalah asmaul husna atau 99 nama Allah yang didesain dengan sangat apik dan tidak biasa.

Di bagian atas, kubah masjid tidak terlihat seperti kubah pada umumnya. Desainnya melengkung, tapi tidak cembung. Permukaan masjid tampak turun ke arah belakang masjid. Di bagian paling bawah lengkungan, terdapat bintang yang transparan ke arah langit.  

Petugas Masjid Agung Asmaul Husna, Musolih mengatakan, keberadaan Masjid Asmaul Husna berangkat dari kondisi minoritas muslim di kawasan Gading Serpong dua dekade lalu.

Kaum muslim yang kemudian tergabung dalam Komunitas Muslim Gading Serpong (KMGS) berinisiatif menghadirkan sebuah pusat ibadah sekaligus daya tarik bagi umat Islam.

“Tahun 1998, umat Islam di Gading Serpong tidak memiliki tempat ibadah karena saat itu minoritas, dari ribuan penduduk Gading Serpong yang beragama Islam tidak lebih dari 400 KK,” kata Musolih mengawali sejarah berdirinya. Masjid Asmaul Husna seperti dilansir Republika yang menemuinya, Sabtu (3/4/2021).

Dengan adanya masjid tersebut, umat Islam di Gading Serpong tidak lagi harus tinggal di rumah warga yang memiliki ruang terbuka untuk dapat melaksanakan salat bersama saat Idulfitri, salat tarawih di bulan Ramadan, dan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Iduladha.

Baca Juga :  Banyak Temuan di Lapangan, Asep Romy Soroti Pengawasan yang Dilakukan BPOM

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi ini akhirnya hadir dan diresmikan pada 2013 oleh Bupati Tangerang saat itu, Ismet Iskandar.

Dalam pembangunan dan pengoperasiannya, Masjid Agung Asmaul Husna melibatkan orang-orang yang memiliki peran dan kedudukan di masyarakat.

“Mengenai umat Islam, beberapa pejabat baik dari pemerintah daerah maupun kepolisian, fasilitas peribadatan di kawasan Perumahan Gading Serpong ditempatkan di sini dengan memperoleh tanah fasos fasum,” jelasnya.

Arsiteknya Ridwan Kamil

Musolih mengatakan, masjid yang diarsitekturi oleh Ridwan Kamil tersebut memiliki tiga lantai. Lantai pertama berupa aula dan menjadi tempat untuk kegiatan keislaman, seperti kajian, seminar, hingga manasik haji.

Lantai dua merupakan ruang utama masjid untuk melaksanakan salat. Di lantai tersebut, jemaah bisa menikmati keindahan langit-langit masjid yang berbentuk lengkungan berwarna terang dan elegan. Lantai tiga juga digunakan untuk ibadah salat.

Musolih menyebut, Masjid Raya Asmaul Husna tidak hanya didatangi oleh para jemaah di sekitarnya, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi bagi banyak muslim dari berbagai daerah.

“Ada dari Depok, Bekasi, Bandung, Ciamis, yang paling jauh ada dari Kalimantan dan Sulawesi,” ungkapnya.

Menurut penuturannya, selain menikmati ibadah di masjid tersebut, para pengunjung dari berbagai daerah juga mempelajari soal manajemen masjid.

Diketahui, Masjid Raya Asmaul Husna tersebut pernah menjadi juara se-Provinsi Banten dari aspek ri’ayah (pemeliharaan dan pemberdayaan) serta menjadi peringkat dua di seluruh Indonesia terkait dengan manajemen masjid.

Tak hanya terbuka bagi kaum muslim, Musolih menyebut, Masjid Raya Asmaul Husna juga diperbolehkan bagi kaum nonmuslim yang ingin mengenal lebih jauh tentang masjid.

Kerapkali memang masjid tersebut menjadi tujuan destinasi, terutama dari kalangan sekolah yang notabene nonmuslim untuk mempelajari kegiatan keagamaan.

Baca Juga :  AION UT Rajai Pasar EV, Hatchback Ini Laris Manis!

Saat ini diketahui pengelola Masjid Raya Asmaul Husna sedang melakukan pengembangan bangunan sekolah pendidikan Islam di area masjid.

Masjid dengan dominasi warna hijau itu ramai dikunjungi oleh jemaah pada Sabtu (3/4). Seusai mendirikan salat wajib pada siang hari, sesekali tampak sejumlah jemaah mengabadikan momen berada di masjid yang terbilang unik tersebut.

Seorang jemaah Masjid Raya Asmaul Husna, Lesti (58 tahun) mengungkapkan sengaja bertandang ke masjid tersebut untuk bisa menikmati ibadah sekaligus melihat indahnya arsitektur Asmaul Husna yang membalutnya. Dia menyebut awal mula mengetahui masjid itu dari media sosial.

“Tertarik melihat langsung, dan bagus banget si. Yang paling bagus itu ada bintang di langit-langit masjid, sama asmaul husna di dinding luarnya. Mungkin masjid-masjid memang banyak yang bagus, tapi ini ada keunikan tersendiri,” ujar Lesti.

Selain keindahan arsitektur, Lesti juga mengungkapkan masjid tersebut semakin lengkap dengan adanya bacaan salat yang bagus dari imam saat waktu salat.

“Jadi lebih nyaman buat ibadah, apalagi imamnya bacaannya bagus, tidak tergesa-gesa,” kata dia. @fen

Baca Berita Menarik Lainnya :