VISI.NEWS | SUKABUMI – Banjir bandang akibat luapan sungai melanda Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (12/12/2025), sekitar pukul 16.30 WIB, mengakibatkan lima rumah warga rusak parah, bahkan satu di antaranya hanyut terbawa arus.
Kepala Desa Cimerang Nyanyang Rismana menuturkan rumah yang mengalami kerusakan berada di Kampung Cipesing.
“Lima rumah itu dihuni enam kepala keluarga, kalau anggota keluarganya sekitar 30 jiwa,” ujar Nyanyang.
Selain rumah yang mengalami kerusakan, terdapat sejumlah rumah yang terdampak, sembilan rumah di Kampung Cipesing dan enam rumah di Cimerang, ketika kejadian rumah mereka tergenang air.
Nyanyang menyatakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah telah dievakuasi dan sementara mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Dia menyebut, ketebalan material banjir yang masuk ke rumah warga mencapai sekitar satu meter.
”Sekarang yang rumahnya rusak parah itu, penghuninya mengungsi dulu dan sudah beberapa hari warga melakukan pembersihan. Hampir satu meter ketebalan lumpur sama pasir yang masuk rumah, sehingga tidak cukup satu hari membersihkannya,” kata Nyanyang.
Selain berdampak terhadap rumah, warga juga kehilangan hewan ternak, sekitar sembilan ekor kambing hanyut terbawa derasnya air. Banjir juga merusak lima kolam ikan milik warga.
Luapan sungai turut berdampak pada lahan pertanian seluas kurang lebih 2,5 hektar. Banjir bandang ini disebut sebagai yang terparah di wilayah tersebut. Banjir membawa material batu-batu besar, pasir serta lumpur.
Lebih lanjut Nyanyang menyatakan penanganan pascabanjir dilakukan secara bersama-sama oleh aparat kepolisian, TNI, BPBD, serta para relawan.
Meski banjir telah surut, Nyanyang menyatakan warga masih diliputi kekhawatiran kembali terjadinya banjir mengingat hujan masih terus mengguyur.
“Karena sekarang sungai sudah tertutup batu sama pasir, jadi [permukaan sungai] sudah merata sama rumah, mungkin kalau hujan sedikit juga akan meluap,” katanya.
Pemerintah desa berharap adanya penanganan, terutama terhadap kondisi sungai, mengingat banjir bandang menyebabkan pendangkalan sungai akibat tumpukan batu dan pasir. Selain itu, alur sungai juga mengalami perubahan dari kondisi sebelumnya. @andri












