Search
Close this search box.

Rupiah Melemah ke Rp 16.992 per Dolar AS

Ilustrasi mata uang rupiah dan dollar./visi.news/pinterest

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Nilai tukar rupiah tercatat mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (23/3/2026). Mengutip data Google Finance, mata uang Garuda melemah sebesar 0,21 persen dan menyentuh level Rp 16.992 per dolar AS pagi ini.

Meski pasar keuangan domestik tengah ditutup dalam rangka libur panjang Idulfitri dan Hari Raya Nyepi hingga Selasa (24/3/2026), pergerakan rupiah tetap aktif di pasar internasional melalui mekanisme Non-Deliverable Forward (NDF).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pihaknya terus bersiaga mengawasi fluktuasi mata uang di pasar luar negeri selama periode libur panjang ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gejolak yang mungkin terjadi di luar jam operasional domestik.

“Memang pasar domestik kan tutup, tapi pasar di luar itu tidak tutup. Nah ini yang kami terus berjaga-jaga, 24 jam kami terus memantau pasar untuk dolar, untuk rupiah dolar, yang dalam hal ini kita lihat melalui pasar NDF,” kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Selasa (17/3/2026).

Destry menekankan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memperburuk ketidakpastian pasar keuangan global. Situasi tersebut memicu keluarnya aliran modal asing dari pasar negara-negara berkembang (emerging markets).

Di sisi global, indeks dolar AS kembali menunjukkan taringnya akibat lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini mendorong sejumlah bank sentral utama dunia untuk mempertahankan sikap agresif (hawkish).

Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, namun tetap mewaspadai risiko inflasi yang didorong oleh sektor energi. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) mulai membuka peluang bagi kenaikan suku bunga yang diperkirakan terjadi pada April mendatang.

Baca Juga :  Tata Irawan: Aplikasi BDS dan IKD Dijadikan Penelitian oleh Universitas

Selain rupiah, pelemahan terhadap dolar AS juga dialami oleh sejumlah mata uang lainnya pada perdagangan pagi ini, termasuk Dolar Australia yang turun 0,17 persen dan mata uang Kiwi Selandia Baru yang terkoreksi tipis 0,03 persen. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :