VISI.NEWS | BANDUNG – Kualitas tidur malam ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh lamanya waktu istirahat, tetapi juga bagaimana seseorang memulai hari pada pagi hari. Psikiater sekaligus spesialis tidur, Dr. Chester Wu, menjelaskan bahwa ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sangat berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam. Ritme ini dipengaruhi oleh paparan cahaya, sehingga perilaku pada pagi hari menjadi kunci dalam menjaga kualitas tidur.
Sebaliknya, pola tidur tidak teratur, kurang gerak, dan paparan cahaya berlebih di malam hari bisa mengacaukan ritme sirkadian. Para pakar tidur pun menekankan sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat bangun tidur. Salah satunya adalah langsung menggunakan ponsel, karena dapat membuat seseorang enggan segera beranjak dari tempat tidur.
Ahli saraf, Chelsie Rohrscheib, menuturkan bahwa kebiasaan meninggalkan tempat tidur tanpa berlama-lama bisa membantu otak mengasosiasikan kamar hanya sebagai tempat beristirahat. Selain itu, Dr. Chris Winter menekankan pentingnya cahaya pagi, karena sinar matahari menghentikan produksi melatonin dan memberi sinyal bahwa tubuh harus terjaga.
Pakar lain, Dr. Raj Dasgupta, juga mengingatkan agar tidak kembali tidur setelah bangun, demi menjaga konsistensi ritme biologis. Alih-alih, para ahli menganjurkan untuk rutin terpapar sinar matahari pagi sekitar 30 menit. Penelitian menunjukkan, kurang cahaya alami dapat menurunkan kualitas tidur, memicu insomnia, dan berdampak negatif pada suasana hati.
@ffr