VISI.NEWS|BANDUNG -Kematian Diogo Jota dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli lalu meninggalkan luka mendalam di Liverpool. Penyerang berusia 28 tahun itu bukan hanya figur penting di ruang ganti, tetapi juga pilar utama dalam keberhasilan The Reds menjuarai Premier League musim sebelumnya.
Dampak tragedi tersebut kini terasa hingga ke performa tim. Liverpool yang melakukan belanja besar di bursa transfer musim panas justru terlempar ke posisi enam klasemen sementara Liga Inggris, tertinggal 14 poin dari Arsenal. Sorotan tajam pun mengarah ke manajer Arne Slot.
Namun bagi Caoimhin Kelleher, yang hingga musim lalu masih menjadi bagian dari Liverpool, penilaian terhadap performa tim tak bisa dilepaskan dari duka yang belum benar-benar usai.
“Publik mengharapkan Anda untuk segera melupakan hal itu, namun saya rasa itu tidak terjadi,” ujar Kelleher.
Ia menilai pembicaraan soal hasil dan performa terasa janggal dalam situasi emosional yang masih berat.
“Saya merasa agak aneh dan kesulitan saat mendengar orang-orang berbicara tentang para pemain Liverpool dan penampilan mereka, karena saya rasa musim ini bahkan tidak penting lagi dari aspek sepak bola bagi mereka,” kata Kelleher.
Menurut kiper Brentford itu, ikatan emosional di dalam skuad membuat proses pemulihan berjalan jauh lebih lambat dari yang dibayangkan banyak orang.
“Saya masih berhubungan dengan beberapa pemain di sana, saya punya banyak teman baik di sana. Ini adalah masa yang amat sulit bagi mereka,” ujar Kelleher.
Ia menegaskan bahwa kondisi mental para pemain kerap luput dari perhitungan publik.
“Ini musim yang sulit, dengan keadaan yang mungkin tidak terlalu diperhitungkan orang,” kata Kelleher.
Sebagai mantan bagian dari skuad, Kelleher mengaku merasakan perbedaan besar setelah meninggalkan Liverpool, meski tragedi itu tetap membekas.
“Mungkin sedikit lebih mudah bagi saya karena sudah jauh dari sana dan tidak berada di situasi itu setiap hari,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan refleksi pribadi atas keputusannya hengkang.
“Dari aspek individu, bagi saya untuk pergi dan bermain di tim utama adalah keputusan yang tepat, terlepas dari tragedi yang terjadi,” kata Kelleher.
Di tengah tuntutan hasil dan tekanan publik, Liverpool menjalani musim yang tak sepenuhnya bisa diukur dengan angka. Bagi sebagian pemainnya, kehilangan Diogo Jota telah mengubah prioritas, menjadikan sepak bola bukan lagi hal terpenting untuk sementara waktu.@fajar