Search
Close this search box.

Saham BUMI Puncaki Net Buy Investor Asing di BEI

Ilustrasi./visi.news/pexels.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Aktivitas investor asing di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif pada perdagangan Selasa (19/5/2026), dengan mencatat net buy sebesar 1,41 miliar lembar saham. Angka ini berbalik arah dibandingkan Senin (18/5/2026), yang masih tercatat net sell sekitar 81,29 juta lembar saham.

Kenaikan pembelian bersih asing ini didorong oleh lonjakan volume transaksi di kedua sisi perdagangan. Volume foreign buy meningkat dari 6,43 miliar menjadi 9,72 miliar lembar saham, sementara foreign sell naik dari 6,52 miliar menjadi 8,30 miliar lembar. Tren tersebut mencerminkan optimisme investor asing terhadap prospek pasar saham domestik, sekaligus menunjukkan preferensi pada saham-saham dengan likuiditas tinggi.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan utama, mencatat net buy terbesar mencapai 370,26 juta lembar saham. Total volume transaksi asing di saham BUMI tercatat 1,95 miliar saham dibeli dan 1,58 miliar saham dijual. Aktivitas ini menempatkan BUMI sebagai salah satu saham paling aktif diperdagangkan oleh investor asing pada hari tersebut.

Selain BUMI, beberapa saham lain juga mencatat pembelian bersih signifikan. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) tercatat net buy 211,56 juta lembar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hampir 180 juta lembar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 155,73 juta lembar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 130,37 juta lembar. Lonjakan ini menunjukkan minat asing yang terfokus pada emiten dengan potensi pertumbuhan maupun kapitalisasi pasar yang menarik.

Di sisi lain, beberapa saham mencatat aksi jual bersih asing. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham dengan net sell terbesar, sebesar 114,86 juta lembar. Investor asing membeli 246,33 juta saham CUAN namun menjual 361,19 juta lembar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk daftar net sell, menandakan adanya pergeseran dana yang selektif di antara saham-saham tertentu.

Baca Juga :  Habib Aboe Bakar Apresiasi Bareskrim Bongkar Jaringan Internasional Judol

Analisis menunjukkan bahwa lonjakan volume dan pembelian bersih ini menandai pergeseran sentimen investor asing yang lebih optimistis terhadap saham-saham berbasis sumber daya dan sektor teknologi, sementara saham dengan net sell lebih berisiko atau kurang likuid. Aktivitas ini turut mendorong dinamika pasar, memberikan likuiditas lebih, dan menjadi indikator bagi pelaku pasar lain dalam menentukan strategi investasi. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :