“Saheng”-nya DOB KBT Jangan Sebatas Komoditas Politik Suksesi Soreang 1 dan 2

H. Asep Gunawan (kiri) dan H. Dudin Komarudin Salim./visi.news/istimewa
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Terkait wacana daerah otonomi baru (DOB) Kabupatèn Bangdun Timur (KBT) terpisah dari induknya, Kabupatèn Bangung jangan bikin “bete” dan jangan jadi komoditas politik jelang Pilkada Kab. Bandung, 9 Desember mendatang.

Itulah lontaran dan harapan sejumlah tokoh masyarakat Bandung timur ketika dimintai komentarnya menyusul “saheng”-nya kembali wacana DOB KBT saat ini jelang pemilihan Bupati/wakil Bupati Kab. Bandung.
“Terus terang saja, DOB KBT bikin ‘bete’. Pasalnya, ini terus wacana ke wacana, belasan bahkan puluhan tahun lalu sejak Bupati Bandung Pak. H. Obar Sobarna. Namun hingga saat ini, DOB KBT tetap mentok alias belum terealisasi,” kata H. Dudin Komarudin Salim, salah seorang tokoh masyarakat Kec. Cileunyi yang dulu pernah bergerak ikut mendorong terbentuknya DOB KBT kepada VISI.NEWS, Jumat (13/11/2020).

Menurut Dudin, yang dulu bersama rekan-rekannya membentuk Komite Masyarakat Bandung Timur (Krabat) mengaku pernah mengikuti paripurna untuk mendukung dan mendorong terbentuknya DOB KBT tersebut.

“Faktanya, dukungan dan dorongan dari para pentolan Krabat, termasuk Komite Bandung Timur (Kombat) tinggal cerita, DOB KBT hingga saat ini sebatas keinginan dan wacana,” ujarnya.

Dudin pun mengatakan, kini banyak pihak menilai DOB KBT jadi komoditas politik bagi sejumlah pihak yang berkepentingan jelang Pilkada Bandung.

“Coba cermati saja, 3 paslon bupati/wakil Bupati Bangung kini jelang pilkada besuara siap mendukung dan mendorong DOB KBT terbentuk jika nanti terpilih. Anehnya, saheng-nya DOB KBT ini setiap kali jelang suksesi kepemimpinan Soreang 1 dan 2,” tandasnya.

Dikatakan Dudin, wacana DOB KBT tersebut jika tak salah diawali dengan gerakan dan dorongan Krabat dan Kombat terus dilanjut dengan gerakan Komite Independen Pengawasan, Percepatan, dan Pembentukan Pembangunan Kabupatèn Bandung Timur) KIP4-KBT.

“Keberadaan KIP4-KBT entah sejauh mana langkahnya. Hanya kini muncul lagi gerakan baru dari pihak PMBT (Paguyuban Masyarakat Bandung Timur). Tujuannya sama agar DOB KBT segera terealisasi,” ujar Dudin.

Baginya, kata Dudin, siapa pun dari kelompok mana pun dari wilayah Bandung timur sah-sah saja membentuk forum atau lainnya untuk bergerak dan mendorong DOB KBT.

“Jika saja sekarang muncul gerakan PMBT, ya saya berharap DOB KBT segera terbentuk siapa pun Bupati Bandung yang terpilih nanti,” harapnya.
Pihaknya sejak dulu lanjut Dudin, mendukung dan mendorong agar DOB KBT terbentuk. Alasannya demi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Bayangkan jauhnya dari Nagreg, Cicalengka, Cilengkrang dan Cimenyan masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik harus ke Soreang.

“Sejak dulu saya sepakat, bergerak dan mendorong DOB KBT terbentuk. Hanya saja saya tak mendukung jika wacana DOB KBT hanya sesaat dan berbau politik jelang pilkada. Wajar jika banyak pihak menilai wacana DOB KBT jadi komoditas politik saja,” pungkasnya.
Jadi garam politik

Sementara itu, H. Asep Gunawan, tokoh lainnya di Bandung timur pun angkat bicara terkait DOB KBT ini. Menurut Asep, pembentukan DOB KBT sekarang ini bukan lagi tuntutan, tapi sudah jadi kebutuhan masyarakat yang harus segera direalisasikan.

“Dari awal saya teriak bukan minta warisan terbentuknya DOB KBT itu. Tapi tujuan utamanya, ‘ngarah rahayatna kageroh’,” ujar Asep.

Sekarang terbukti pemikiran pejabat Pemprov Jabar menyebutkan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus sangat minim buat Jabar, kata Asep. Asep menilai saat ini banyak dukungan dari berbagai pihak yang turut menyuarakan percepatan DOB KBT.

“Yang semula tidak mendukung, bahkan di antara mereka kini teriak paling depan dalam upaya mendukung pembentuan DOB KBT,” katanya.

Asep pun meniai, saat ini pembentukan DOB KBT itu menjadi garam politik atau bumbu politik.

“Semua calon bupati dan wakil bupati teriak, mereka menyatakan andaikan mereka jadi terpilih pada Pilkada Bandung maka skala prioritas pembangunan adalah pembentukan DOB KBT,” katanya.

Ia pun berharap, KBT segera terwujud.

“Kita sama-sama satu visi, misi, dan tujuan dan kita semua merasa memiliki Bandung Timur. (Aku, kamu, dan kita),” ungkapnya.

Ia pun mengajak sejumlah pihak untuk sama-sama bangun dan bangkit kembali dalam upaya menyuarakan pembentukan DOB KBT, khususnya tim 9.

“Tim 9 itu cikal bakal terbentuknya Kombat dan KIP4KBT itu yang mengawasi pembangunan dan mempercepat terbentuknya DOB KBT. Saya berharap kedua komite itu dilebur jadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan menuju pembentukan KBT” katanya.

Tokoh masyarakat lainnya, Sudrajat menuturkan, untuk percepatan DOB KBT itu, harus segera diselesaikan persetujuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Supaya kita berteriak tambah kuat. Mengingat, persetujuan BPD bagian dari persyaratan administrasi untuk pembentukan KBT,” katanya. @yas

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bersama FKBS, Teh Nia Ajak Masyarakat Kembangkan Pola Pikir Penanganan Sampah

Jum Nov 13 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Permasalahan sampah di masyarakat memang tidak akan pernah selesai, jika pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah tidak berkembang. Hal tersebut diungkapkan calon Bupati Bandung nomor urut 1, Kurnia Agustina Naser saat berkunjung di Cimaung, Kamis (12/11/2020). Menurut Teh Nia, seharusnya pengelolaan sampah bisa diselesaikan ditingkat rumah […]