Search
Close this search box.

Salah Buntu di Laga Penentuan, Mesir Gagal ke Final Piala Afrika 2025

Mohamed Salah tertunduk usai Mesir kalah 0-1 dari Senegal pada semifinal Piala Afrika 2025 di Ibn Batouta Stadium, Tanger, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Harapan Mesir untuk kembali merebut supremasi sepak bola Afrika pupus di Ibn Batouta Stadium, Tanger. Kekalahan tipis 0-1 dari Senegal pada babak semifinal Piala Afrika 2025, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, menjadi tragedi tersendiri bagi The Pharaohs, terutama bagi sang kapten Mohamed Salah yang gagal memberi dampak di laga krusial.

Pertandingan berjalan berat bagi Mesir sejak menit awal. Senegal tampil agresif dan disiplin, memaksa Mesir lebih banyak bertahan. Dominasi Singa Teranga terus berlanjut hingga babak kedua, sebelum akhirnya Sadio Mane memecah kebuntuan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Mesir.

Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga sarat tensi itu sekaligus memastikan langkah Senegal ke final Piala Afrika 2025.

Di kubu Mesir, sorotan tertuju pada Mohamed Salah. Penyerang Liverpool yang selama turnamen tampil produktif justru gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang pertandingan. Salah juga tidak mencatatkan umpan kunci yang mampu membuka pertahanan Senegal.

Usai laga, Salah mengakui performa timnya tidak berjalan sesuai rencana.

“Kami sudah berjuang sampai akhir, tapi hari ini bukan hari kami. Senegal bermain sangat rapi dan menutup semua ruang,” kata Mohamed Salah.

Kapten Mesir itu juga tidak menutupi kekecewaannya karena kembali gagal membawa negaranya ke partai puncak.

“Setiap kali mengenakan seragam Mesir, target saya selalu juara. Kekalahan ini sangat menyakitkan, terutama di semifinal,” ujarnya.

Padahal, sebelum laga ini Salah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Piala Afrika 2025. Ia mencetak empat gol dan satu assist dari empat pertandingan sebelumnya, termasuk kontribusi penting di fase grup dan babak gugur. Namun ketajamannya seakan menghilang saat menghadapi Senegal yang diperkuat mantan rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane.

Baca Juga :  Menenun Identitas, Menggores Harapan: Batik Citengah Sumedang Kian Kompetitif

Pelatih Mesir, Rui Vitória, menilai kegagalan timnya bukan semata karena satu pemain.

“Ini bukan tentang Salah saja. Kami kalah sebagai tim. Senegal lebih efektif memanfaatkan peluang dan kami harus menerimanya,” ujar Vitória.

Kekalahan ini memperpanjang catatan pahit Mohamed Salah di Piala Afrika. Untuk kelima kalinya, ia gagal mengantarkan Mesir meraih gelar juara. Prestasi terbaiknya sejauh ini tetap runner-up pada edisi 2017 dan 2021.

Sementara itu, Senegal melaju ke partai final dan akan menghadapi tuan rumah Maroko. Maroko sebelumnya memastikan tempat di laga puncak setelah menyingkirkan Nigeria melalui drama adu penalti.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :