Sambangi Perusahaan Tak Sanggup Bayar THR, Jabar Komitmen Fasilitasi Perusahaan-Pekerja Soal THR

Editor :
Uu Ruzhanul Ulum (yengah)./visi.news/humasjabar

Silahkan bagikan

 

VISI.NEWS – Dialog antara perusahaan dan pekerja menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.

Pemprov Jabar berkomitmen menjadi penegah dalam dialog tersebut untuk mencapai kesepakatan.

Komitmen itu terwujud saat Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menyambangi salah satu perusahaan yang dilaporkan tidak mampu membayar THR Idulfitri secara sekaligus di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (3/5/2021).

Kunjungan untukmemastikan perusahaan betul-betul terdampak covid-19.

“Saya ditugaskan Pak Gubernur untuk berkomunikasi dengan perusahaan yang kami terima saat May Day kemarin di Bandung. Bahwa salah satu perusahaan, menurut Uu tidak sanggup membayar THR secara sekaligus. Kami memastikan apakah itu benar. Ternyata benar begitu adanya,” kata Pak Uu –sapaan Wagub Jabar.

Ia menuturkan, dalam kunjungan tersebut, pihak perusahaan memaparkan kondisi perusahaan saat ini.

Setelah menyerap informasi dari perusahaan, iamengatakan,Pemprov Jabar akan memfasilitasi dialog perusahaan dengan berbagai pihak agar dapat memenuhi hak 1.300 pekerjanya.

“Kalau perlu nanti bisa berkomunikasi dengan OJK, bisa membantu berkomunikasi dengan BI, sehingga apa yang menjadi harapan dan keinginan pihak karyawan bisa terealisasi. Maksimal untuk perusahaan ini H-1 lebaran sudah ada realisasi tentang THR,” ucapnya.

Pemerintah pusat meminta perusahaan membayar THR bagi pekerja secara penuh sebelum Lebaran.

Pemberian THR tanpa mencicil atau menunda bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Bagi pengusaha yang melanggar atau tidak melaksanakan peraturan akan dijatuhi sanksi berupa denda 5 persen dan sanksi administrasi berupa teguran secara tertulis, pembatasan sebagian usaha hingga pencabutan dan pembekuan izin berusaha secara penuh.

Baca Juga :  Bagaimana Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad?

“Kami tetap meminta kepada seluruh perusahaan yang ada di Jabar untuk tetap memberikan THR sekaligus, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, paling tidak H-1 lebaran,” tutur Uu.

“Kata-kata besi juga dikeluarkan, seperti kalau kami bayar (THR) perusahaan akan bangkrut dan tidak bisa operasional lagi, itu sudah sering saya dengar. Kami tentu percaya, tetapi harapan kami ada usaha kembali (untuk membayar THR),” ujarnya.@ayi

Ayi Kusmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak ada Lagi Penahanan Ijazah, Jabar Luncurkan Tiga Inovasi Pendidikan dalam Hardiknas 2021

Sen Mei 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemprov Jabar menjadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 sebagai momentum untuk meluncurkan tiga inovasi di bidang pendidikan, yakni Aplikasi Sistem Informasi Lapor Penahanan Ijazah (Silapiz), Pekan Pengambilan Ijazah, dan Jabar Eksis (Ekspose Karya Siswa). Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meluncurkan ketiga inovasi tersebut via konferensi […]