Sampah di TPS Pasar Baru Majalaya Dibiarkan Menumpuk, Timbulkan Bau Menyengat

Tampak pengendara sepeda motor menutup hidung saat melintas di dekat tumpukan sampah yang bau menyengat di TPS Pasar Baru Majalaya, Kab. Bandung, Selasa(19/5)./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Tumpukan sampah telah menggunung di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Pasar Baru Majalaya, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Pantauan VISI.NEWS, Selasa (19/5), tumpukan sampah itu sudah menimbulkan bau tak sedap.

Warga yang rumahnya berdekatan dengan tumpukan sampah pasar dan sampah rumah tangga yang menggunung itu mengaku sudah merasakan ketidaknyamanan karena sampah menjadi sumber polusi udara.

Pun para pedagang kios yang berdekatan dengan lokasi tumpukan sampah itu merasakan keluhan serupa. Bahkan di antara pedagang terlihat menutup kiosnya lebih awal karena sangat berdekatan dengan lokasi tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat. Meski di antara pedagang masih banyak yang tetap bertahan membuka usaha dagangnya, walaupun bau sampah.

Tumpukan sampah pasar dan sampah rumah tangga itu sudah tidak bisa tertampung lagi dengan kapasitas bak penampungan sampah tersebut. Akibatnya, sampah pun meluber ke badan jalan. Setengah ruas jalan pun tertutup sampah sehingga lalu lintas kendaraan pun terhambat oleh tumpukan sampah yang memenuhi ruas jalan.

Meski tumpukan sampah itu mengeluarkan bau menyengat, sejumlah pedagang tetap berusaha membuka kiosnya untuk menjual dagangannya. Bahkan, tampak sejumlah pelaku usaha menurunkan berbagai jenis komoditas pangan, mulai telur ayam, pisang, dan sejumlah jenis makanan lainnya.

Warga yang ada di sekitar Kampung Pasardomba, Desa Sukamanah, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, juga merasakan dampak parah bau sampah karena lokasinya berdekatan dan hanya dibatasi aliran Sungai Citangkurak dan bangunan kios yang berjejer di sekitar TPS.

H. Cep Yudi, misalnya salah seorang warga Desa Sukamanah, mengaku merasakan dampak langsung dari polusi udara atau bau sampah itu. Pasalnya, lokasi rumahnya ke tumpukan sampah hanya sekitar 30-40 meter sehingga bau sampahnya sangat terasa hingga masuk ke dalam rumah. Apalagi kalau sampah itu terkena air hujan dan sinar matahari hingga beberapa hari, aroma baunya sangat menyengat selain banyak lalat.

“Tumpukan sampah itu akibat pengelolaan belum optimal sehingga sampah masih menumpuk di TPS Pasar Baru Majalaya. Saya berharap, dalam penanganan sampah itu minimal diangkut satu truk dalam sehari, untuk mengurangi tumpukan sampah. Yang saya perhatikan, sampah di TPS tersebut tidak diangkut setiap hari, akibatnya seperti ini sampah dibiarkan menumpuk,” kata H. Cep Yudi di sekitar lokasi sampah.

H. Cep Yudi mengatakan, penumpukan sampah itu terjadi karena potensi sampah dalam sehari mencapai satu truk misalnya. Sedangkan dalam proses pengangkutan satu truk dalam dua hari, sehingga ada sisa sampah satu truk yang belum terangkut.

“Jadi ada penumpukan sampah ini akibat sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan sampah yang diangkut ke TPA,” katanya.
Ia mengatakan, dampak dari kondisi lingkungan yang tidak sehat itu, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintasi sekitar tumpukan sampah.

“Apalagi di saat turun hujan, kondisi jalanan tampak becek dan kotor. Akibatnya banyak pengendara sepeda motor yang jatuh,” keluhnya.

H. Cep Yudi sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan upaya penanggulangan sampah yang menumpuk itu. Ada pihak yang menyebutkan armada angkutan sampah (dump truk) yang biasa digunakan operasional mengalami kerusakan, selain mengalami kekurangan bahan bakar.

“Kami berharap kepada Pemkab Bandung untuk segera menanggulangi persoalan sampah di TPS tersebut. Kami harus mengadu kepada siapa kalau bukan kepada pemerintah,” ucapnya.

Ia berharap ada operasi bersih atau gerakan massal pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Dengan menggunakan anggaran dari restribusi para pedagang yang membuang sampah ke TPS itu.

“Apalagi saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19, ditambah lagi lingkungan bau sampah,” cetusnya.

H. Cep Yudi pun mengkhawatirkan, Hari Raya Idulfitri yang hanya menyisakan beberapa hari lagi, sementara penanganan sampah yang saat ini menggunung belum tuntas.

“Kami berharap, sebelum lebaran Idulfitri, sampah sudah bersih supaya tidak menimbulkan polusi udara dan aktivitas para pedagang pun kembali normal,” katanya.

Dikatakannya, sampah yang menumpuk di TPS itu, memang bukan hanya sampah pasar. Melainkan sampah rumah tangga juga banyak yang dibuang warga ke tempat itu.

“Ini harus ada solusi dalam penanganannya. Karena sebelumnya juga ada pihak atau relawan yang turut membantu dalam penanganan sampah di TPS itu. Awalnya, penanganannya lancar dan tumpukan sampah berkurang, namun tiba-tiba ada pihak yang menghentikannya,” ujarnya.

Dikatakannya, warga di luar pasar yang membuang sampah ke TPS itu tak bisa dicegah. Sebab jika dilarang, warga bisa buang sampah ke sungai bahkan buang sampah sembarangan di mana saja.

“Nanti yang repot kembali ke pemerintah juga. Makanya, lebih baik tempat pembuangan sampah di satu titik ini, dan dibicarakan cara penanganan lanjutannya. Jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk dan tak ramah lingkungan,” pungkasnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

One thought on “Sampah di TPS Pasar Baru Majalaya Dibiarkan Menumpuk, Timbulkan Bau Menyengat

  1. Memang penanganan pasar majalaya itu semrawut dan kotor… sampah bukan hanya diluar di dlm pun berserakan…. kalo pergi ke pasar tdk nyaman karena takut jatoh injak sampah…. saluran air tdk dipelihara…. parsh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

YBM PLN Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga

Sel Mei 19 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelanggan yang terdampak pandemi covid-19, Yayasan Baitul Ma’al (YBM) PLN Cabang Tasikmalaya melakukan road show ke sejumlah wilayah kerjanya sembari membagikan sembako kepada mustahik, termasuk bagi 20 warga di RW 04, Dusun Kota, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku. Mereka yang menerima bantuan […]