Santap Nasi Kotak, Puluhan Warga di Kota Tasikmalaya Alami Keracunan

Editor Petugas mengambil sampel nasi kota untuk dilakukan pemeriksaan./visi.news/ayi kuraesin
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Puluhan warga di Kampung Gunungranji, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan massal, Minggu (26/7) malam.

Mereka merasakan mual-mual dan muntah setelah mengonsumsi nasi kotak sehingga membutuhkan pertolongan medis. Beberapa orang di antaranya harus dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo guna penanganan medis lebih intensif.

Babinsa 1203 Kawalu, Serka Jaidin mengatakan, sebelumnya sekitar pukul 14.00 WIB warga mendapatkan undangan syukuran rumah. Dalam acara tersebut puluhan warga yang hadir mendapatkan nasi kotak.

Kejadian berawal pukul 18.00 WIB, bertepatan dengan waktu magrib, ada warga yang mengeluhkan perutnya terasa mual lalu muntah-muntah. Keluhan itu dirasakan pula oleh warga lainnya yang hadir pada acara tersebut.

“Mulanya mereka mengaku merasakan mual-mual lalu muntah. Gejala itu terjadi setelah menyantap nasi kotak,” kata Serka Jaidin kepada wartawan, Senin (27/7) dini hari.

Dikatakannya, sekira pukul 20.00 WIB ada warga yang dibawa ke RSUD bernama Windi (21). Tak selang berapa lama kemudian, Tati (45) pun bernasib sama.

“Dari pengakuan korban, gejalanya sama yakni mual-mual dan muntah. Itu dirasakan setelah menyantap nasi kotak yang didapat di acara syukuran,” tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya langsung melakukan pendataan terhadap warga yang merasakan hal serupa. Dan mereka kebanyakan ibu-ibu.

“Sejauh ini kami masih fokus dalam melakukan pertolongan dan mendata para korban bersama BPBD, Bhabinkantibmas, RT, RW dan kelurahan,” katanya.

Sementara Ketua RT setempat, Ace Abdul Kadir membenarkan warganya mendadak merasakan sakit di perut dengan gejala mual dan muntah. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti atas kejadian musibah ini.

“Yang hadir dalam acara syukuran itu kebanyak ibu-ibu. Seperti kebiasaan pada acara syukuran, setelah mengaji selanjutnya diberi nasi kotak,” ucap Ketua RT.

Baca Juga :  Warga Geger, Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal dalam Rumah

Disebutkan, sampai saat inu jumlah warga yang merasakan gejala tercatat 22 orang. Dari jumlah tersebut ada beberapa warga yang dilarikan ke RSUD untuk penanganan medis.

Hingga saat ini, petugas dari BPBD, TNI dan kepolisian masih melakukan pendataan dan mencari keterangan terkait kejadian tersebut. Belum diperoleh keterangan secara resmi terkait penyebab keracunan tersebut. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

PSSI Dukung Putusan Shin Tae-yong Bawa Timnas Indonesia U-19 ke Korea Selatan

Sen Jul 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mendukung penuh apa pun keputusan yang diambil manajer pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong. Yunus Nusi mengatakan PSSI tidak mempermasalahkan jika Shin Tae-yong ingin membawa Tim Nasional menjalani training center (TC) di Korea Selatan. Hanya saja, Yunus Nusi menggarisbawahi satu hal. […]