Satgas Citarum Harum Gunakan Akuarium untuk Kontrol Limbah

Kolonel Inf Asep Nurdin sedang menbuat Akurium diatas aliran Sungai Cikacembang./visi.news/budimantara
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung membuat akuarium di atas aliran air Sungai Cikacembang, persisnya depan Borma Jalan Raya Laswi, perbatasan Desa Padamulya dan Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (17/5/2020). Air untuk mengisi akuarium tersebut berasal dari aliran air Sungai Cikacembang dengan dilengkapi teknologi, sehingga sirkulasi air setiap saat bisa mengalir.

Akuarium yang sudah ditanami ikan dari mulai jenis ikan koki, nila dan jenis ikan lainnya itu mulai digunakan sejak Kamis (14/5/2020) lalu dan sejumlah ekor ikan yang sudah ditanam pun tampak tetap hidup. Karena saat ini, jelang Hari Raya Idulfitri dan akibat dampak pandemi Covid-19, sebagian besar perusahaan yang sebelumnya membuang limbah cair dari sisa operasional perusahaan ke sungai tersebut sebagian sudah tutup sementara waktu. Belum bisa dipastikan kapan kembali operasional perusahaan yang ada di daerah aliran Sungai Cikacembang tersebut.

Akuarium yang dibangun cukup besar dan berukuran sekitar panjang 1,5 meter, tinggi 80 cm dan lebar 80 cm itu, berfungsi untuk akuarium kontrol limbah baik limbah industri tekstil maupun limbah domestik yang dihasilkan rumah tangga.

Alat Kontrol

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Asep Nurdin mengatakan, akuarium kontrol limbah yang dibuat dan dibangun permanen di atas aliran Sungai Cikacembang itu berfungsi sebagai alat kontrol untuk memantau kondisi kualitas air Sungai Cikacembang.

“Sungai Cikacembang itu merupakan tempat pembuangan limbah cair dari sekitar 20 pabrik industri yang ada di Desa Padamulya dan Desa Sukamukti. Selain itu, limbah domestik juga banyak yang dibuang ke Sungai Cikacembang,” ungkap Kolonel Inf Asep Nurdin kepada wartawan di Posko Sektor 4 Jalan Raya Rancajigang Desa Padamulya Kecamatan Majalaya, Minggu (17/5/2020) siang.

Didampingi Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Satgas Citarum Harum Lettu Arh Dwi Iswantoro, Kolonel Inf Asep Nurdin berharap, dengan pemasangan akuarium di atas aliran Sungai Cikacembang itu, para pelaku industri bisa menjaga kualitas air limbah cair yang dihasilkan perusahaannya sesuai dengan baku mutu.

“Sehingga ikan yang ditanam di akuarium itu bisa hidup dengan normal. Jika ikan di dalam akuarium itu tetap bertahan hidup, itu bisa menjadi tolok ukur kualitas air di aliran Sungai Cikacembang,” kata Komandan Sektor 4.

Jika ikan di dalam akuarium tetap hidup, katanya, air Sungai Cikacembang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Yang jelas dengan adanya akuarium itu bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui kualitas air yang mengalir di Sungai Cikacembang,” ujarnya.  “Jika diketahui ikan di dalam akuarium itu mati, artinya air yang ada di akuarium tersebut tak sesuai baku mutu”.

Dikatakannya, jika satu dari sekian perusahaan industri yang membuang limbah cair tidak sesuai baku mutu, maka akan berdampak pada kualitas air sungai. Kualitas air yang mengalir di Sungai Cikacembang menentukan kelangsungan hidup ikan koki, nila dan jenis ikan lainnya yang ada di dalam akuarium tersebut. “Ikan yang ditanam di akuarium itu sangat sensitif terhadap kualitas air,” katanya.@bud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sukamta: Pemerintah Perlu Bantu Usaha Pers di Masa Pandemi

Ming Mei 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai pemerintah harus memberikan perhatian dan membantu usaha pers yang juga ikut terdampak pandemi agar mampu bertahan dan terus produktif dalam membantu pemerintah melakukan diseminasi informasi Covid-19 kepada masyarakat. Pers sebagai pilar keempat dalam berdemokrasi berperan penting dalam pandemi Covid-19 […]