Satgas Citarum Harum Terus Edukasi Warga Dalam Pengelolaan Sampah

Edukasi kepada masyarakat Oleh Satgas Citarum Harus dengan turut membangun tungku pembakaran sampah berukuran 2 x 2,5 meter di dekat bantaran Sungai Citarum./visi.news/budimantara
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS  Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya terus-menerus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pengolahan sampah rumah tangga ramah lingkungan yang dihasilkan masyarakat di RW 06 hingga RW 08 Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (16/5/2020). 

Edukasi kepada masyarakat dengan cara pilah pilih olah sampah itu, Satgas Citarum Sektor 4/Majalaya Sub Pos Desa Majasetra itu turut membangun tungku pembakaran sampah berukuran 2 x 2,5 meter di dekat bantaran Sungai Citarum.

Pembangunan tungku pembakaran sampah itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Citarum. Saat ini masyarakat pun sudah mulai ada kesadaran tidak membuang sampah ke sungai setelah ada peran Satgas Citarum Harum dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait persoalan sampah rumah tangga.

Pembangunan tungku pembakaran sampah itu untuk melengkapi sarana dan fasilitas pengelolaan/penanganan sampah rumah tangga yang berasal dari 3 RW tersebut. Pengelolaan sampahnya pun melibatkan RT dan RW setempat, selain pemuda karang taruna.

Di sekitar tempat pembangunan tungku pembakaran sampah itu ada sarana ruang terbuka yang digunakan warga untuk tempat pilah pilih olah sampah rumah tangga yang dilengkapi dengan cator, kendaraan pengangkut sampah. Di lokasi tersebut, mulai dari tempat memilah sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik). Setelah melewati proses pengolahan sampah tersebut, warga yang mengelola sampah tersebut bisa meraih keuntungan rata-rata Rp 200.000.- per tiga hari. Hal itu menunjukkan mengelola sampah dengan baik dan berwawasan lingkungan dapat merasakan manfaat dari hasil pilah pilih olah sampah tersebut.

Keuntungan itu dari hasil penjualan sampah anorganik berupa sampah kardus atau kertas, sampah plastik dan jenis sampah lainnya yang bisa didaur ulang. Meski ada di antaranya sampah yang tak bisa dijual atau didaur ulang langsung dibakar secara bertahap oleh pengelola sampah tersebut untuk mengurangi penumpukkan sampah.

“Sedangkan untuk sampah organiknya, kita sudah menyiapkan lubang besar (berukuran sekitar 2,5 x 4 meter dan kedalaman 1,5 meter). Sudah dua bulan ini, lubang tersebut belum penuh oleh sampah organik. Sampah organik yang ditumpuk di lubang itu bisa digunakan untuk pupuk kompos tanaman,” kata Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Pos Desa Majasetra Serka Aat Solehudin kepada wartawan di sela-sela membangun tungku pembakaran sampah di Desa Majasetra, Sabtu siang.

Serka Aat mengatakan, tungku pembakaran sampah ini untuk tempat membakar sampah anorganik setelah melewati proses pilah pilih olah sampah rumah tangga. “Nanti residunya dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah,” katanya.

Menurut Serka Aat, adanya tempat pilah pilih olah sampah kemudian dilanjutkan dengan pembangunan tungku pembakaran sampah itu, setelah sebelumnya Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya menangani tumpukan sampah yang terus menggunung di sekitar bantaran Sungai Citarum di dekat lokasi pilah pilih olah sampah tersebut.

“Melalui kerja sama dengan Bagian Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, kita berhasil mengakut sampah yang menumpuk di dekat bantaran Sungai Citarum itu mencapai 15 dump truk yang dibuang ke TPA. Sebelumnya, tumpukan sampah itu dibiarkan dan tidak ada penanganan oleh pemerintahan setempat. Dengan inisiatif Satgas Citarum Harum kita koordinasi dengan DLH dan pihak lainnya akhirnya sampah bisa diangkut,” tutur Serka Aat.

Setelah pembangunan tungku pembakaran sampah itu rampung, Serka Aat bersama jajarannya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam proses pengurangan sampah rumah tangga. Di antaranya, di sekitar tempat pilah pilih olah sampah dan tungku pembakaran sampah akan menyiapkan maggot. Budidaya maggot itu untuk mengurangi sampah organik yang dihasilkan rumah tangga. Sebaiknya, setiap rumah tangga bisa melaksanakan budidaya maggot untuk menangani sampah organik dari sumbernya di rumah tangga.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TP PKK Rancaekek Terus Giatkan Gerakan Bersedekah Nasi Box

Ming Mei 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanTim TP PKK Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung melanjutkan gerakan berbagi nasi kotak saat pandemi Covid-19./visi.news/budimantara VISI.NEWS – Ramadan 1441 Hijriah diwarnai dengan pandemi Covid-19 yang hingga saat masih melanda hampir semua negara dimuka bumi. Dampak sosial-ekonomi makin terasa terutama beberapa kelompok rentan seperti anak yatim, duafa, janda, kelompok lanjut usia, […]