Search
Close this search box.

Satu Bulan Berlalu, Keluarga Pertanyakan Kasus Mahasiswa UKI

Gedung Universitas Kristen Indonesia (UKI)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Keluarga dari Kenzaha Walewangko (22), mahasiswa FISIPOL Universitas Kristen Indonesia (UKI), mengungkapkan kekecewaannya karena belum menerima hasil autopsi dari RS Polri, meskipun telah lebih dari satu bulan sejak insiden dugaan pengeroyokan yang menewaskan Kenzaha terjadi pada 4 Maret 2025.

Ayah korban, EH Happy Walewangko, menyampaikan bahwa autopsi telah dilakukan sehari setelah kematian Kenzaha di RS Polri Kramat Jati, namun hingga kini hasilnya belum disampaikan kepada keluarga.

“Sudah lebih dari 1 bulan hadil otopsi juga belum ada kabarnya apakah sudah ada atau belum. Yang jelas pihak keluarga hingga saat ini belum menerima hasil dari otopsi tersebut,” ujar Happy, Senin (7/4/2025).

Menurut Happy, luka-luka yang terlihat saat prosesi pemulasaraan sangat jelas menunjukkan tanda kekerasan, mulai dari memar di sekujur tubuh, luka sobek di belakang telinga, jejak sol sepatu, hingga tulang rusuk yang patah dan tengkorak kepala yang terlihat. Ia menyebut bahwa putranya dikeroyok secara brutal.

Happy mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Jakarta Timur, agar aktif menanyakan perkembangan hasil autopsi ke pihak rumah sakit. Ia juga berharap ada transparansi dan keseriusan dalam mengusut tuntas kematian anaknya.

“Ini sudah satu bulan masa hasil juga belum ada kabar. Kami berharap adanya transparansi pihak kepolisian untuk mengungkap dibalik kematian anak kami dan adanya hasil otopsi,” ujar Happy dengan suara emosional.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombespol Nicolas Ary Lilipaly belum memberikan keterangan saat dimintai tanggapan oleh wartawan terkait hasil autopsi maupun perkembangan penyelidikan. @givary

Baca Berita Menarik Lainnya :