Sebab Terindikasinya Covid-19 Disebabkan Sarana Prasana Kesehatan Tidak Terpenuhi

Editor :
Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, H. Deding Ishak, saat memberikan Bantuan Sosial./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Menyikapi adanya 8 orang PNS Pemkab Bandung yang terindikasi Covid-19, Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, H. Deding Ishak, mengatakan, dalam kaidah ushul fiqih disebutkan “Al-amru bisy syai, amrun biwasaailihi”, artinya adalah, bagaimana warga masyarakat bisa hidup sehat, jika sarana dan prasarana yang mengantarkan masyarakat hidup secara sehat tidak terpenuhi.

Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu faktor penyebab menyebarnya covid-19 dikarenakan adanya kelalaian untuk memakai Alat Perlindungan Diri (APD). Sebab salam Islam, kebutuhan manusia itu ada tiga kategori; dharuriyyat, hajiyyat dan tahsiniyyat.

“Untuk Kesehatan disejajarkan dengan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan primer (dharuriyyat). Ini menunjukan bahwa kesehatan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Sebab mengatasi pandemi, tak mungkin bisa melepaskan diri dari performa kesehatan itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintah harus terus melakukan edukasi prefentif dan promotif terkait pentingnya perilaku hidup sehat kepada seluruh warga masyarakat. Selain itu, sarana dan prasarana kesehatan juga harus terus ditingkatkan,” katanya via seluler, Kamis (30/7/2020).

Ditambahkan Deding, saat ini, tentu belum satupun individu maupun institusi bisa dikatakan aman dari Covid-19. Ancaman covid-19, bisa terjadi kepada siapa pun yang tidak disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan, baik secara personal maupun instansi. Selama tidak dilakukan pengawasan secara signifikan dan tindakan tegas bagi yang melanggar instruksi pemerintah karena tidak mematuhi protokol kesehatan, ini akan terus terjadi.

Dari kurangnya pengawasan tersebut, lanjutnya, tentu ini mengindikasikan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan juga penerapan zona distancing, social distancing, dan physical distancing di lingkungan Pemkab Bandung belum maksimal. Kunci pencegahannya tiada lain dengan bertindak tegas tanpa pandang bulu sebagai implementasi protokol kesehatan yang benar-benar harus dipatuhi semua pihak.

“Hal ini jelas perlu beberapa pendekatan struktural kelembagaan, juga tak kalah pentingnya pendekatan agama dan budaya dalam menumbuhkembangkan kesadaran sikap perilaku hidup sehat berdisiplin. Secara struktural kelembagaan tentu pemerintah sudah memiliki regulasi tentang protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini. Hanya mungkin pada tataran implementasinya masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Dan tak kalah pentingnya, dikemukakan Deding, pemerintah seyogyanya melirik bagaimana Islam mengatasi wabah penyakit menular, karena Islam memiliki seperangkat solusi dalam mengatasi wabah pandemi, Islam selalu menunjukan keunggulannya sebagai agama sekaligus way of life yang lengkap, Islam mengatur semua hal tak terkecuali di bidang kesehatan. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lebih Murah, Polsek Cinambo Ajarkan Bikin APDS sendiri

Jum Jul 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Polsek Cinambo Polrestabes Bandung bersama Design Ethnography Laboratory Industrial Design Departemen Institut Teknologi Bandung mengadakan pelatihan pembuatan Alat Pelindung Diri Sederhana (APDS) kepada puluhan masyarakat Cinambo Kota Bandung yang juga para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kegiatan ini dimentori langsung oleh perwakilan ITB yang dipimpin oleh […]