Sebagai Daya Tarik Masyarakat Kudus, Tugu Cahya Nojorono Disresmikan

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KUDUS – Nojorono Kudus menggelar peresmian Tugu Cahya Nojorono yang terletak di Taman Alun-Alun Kabupaten Kudus pada Kamis (21/12/2023) silam. Peresmian tugu baru baru ini merupakan simbol dari komitmen Nojorono Kudus untuk mengembangkan perusahaan dan masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan nilai estetika Kota Kudus yang menjadikan kretek sebagai ciri khasnya.

Acara peresmian ini disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Kudus dan dihadiri langsung oleh Bergas Catursasi Penanggungan selaku PJ Bupati Kudus. Jajaran manajemen atas Nojorono Kudus, serta perwakilan dari masyarakat dan komunitas turut memeriahkan peresmian. Dalam sambutannya, Bergas Catursasi mengapresiasi pembangunan Tugu Cahaya tersebut. Menurutnya, sumbangsih perusahaan swasta dalam memperindah kota Kudus sangatlah besar termasuk yang dilakukan oleh Nojorono Kudus.

”Melihat tugu ini tentu bagaimana kita memaknai perbedaan, tentunya kita bersatu, ayo sama sama membangun Kudus yang lebih baik, salah satunya dengan monumen ini,” ungkap Bergas. Berbekal prinsip warisan leluhur yakni ‘Bersatu, Berdoa, dan Berkarya’, Nojorono Kudus berkomitmen untuk mengembangkan perusahaan dan juga masyarakat sekitar dengan membangun Tugu Cahya Nojorono yang terinspirasi dari logo baru Nojorono Kudus sebagai bukti nyata.

Tugu Cahya Nojorono merupakan wujud tiga dimensi logo Nojorono Kudus yang mengandung elemen seperti daun yang melambangkan hasil tembakau, pita infinity yang melambangkan dinamika perjalanan bisnis Nojorono, dan juga bola cahaya sebagai simbol matahari sebagai sumber terang yang memberikan cahaya pada sekitarnya.

Arief Goenadibrata selaku Direktur PT Nojorono Tobacco International menyampaikan, “Nojorono Kudus sudah lahir, hidup, dan besar di Kota Kudus sejak tahun 1932. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mempercantik Kota Kudus. Maka dari itu, di kesempatan hari ini Nojorono Kudus meresmikan sebuah tugu yang dipersembahkan untuk masyarakat Kota Kudus dan kami beri nama Tugu Cahya Nojorono.”

Baca Juga :  PDI Perjuangan Siap Bekerjasama dengan Bupati Bandung

Lebih lanjut, Arief Goenadibrata menambahkan, “Nojorono sendiri mengandung arti didirikan (ONO) oleh para pendiri sebagai tempat berkarya (KARYO), dengan segenap jiwa (ROSO) agar bisa terus bersinar (NOER) dan menjadi berkat bagi sesama. Dengan nilai-nilai F.A.I.T.H yaitu: Fraternity, Accountable, Innovation, Trustworthy dan High Performance, Nojorono Kudus akan terus berkarya untuk masyarakat Kabupaten Kudus dan Negeri.”

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Selamat Hari Ibu! Perempuan Harus Berdaya dan Berkarya

Jum Des 22 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Peringatan Hari Ibu tidak sekadar menyambut momen kalender, tetapi juga sebuah apresiasi atas peran besar kaum perempuan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, yang ditandai oleh Kongres Perempuan pada 19-25 Desember 1928. Adapun Kongres ketiga di Bandung tahun 1938 menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu, menjadi […]