Sehari Dua Bocah Satu Kampung di Kabupaten Tasikmalaya Meninggal Dunia Akibat DBD

Editor :
Kerabat korban mendoakan almarhum bocah korban DBD di permakaman./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali merenggut nyawa anak-anak. Kali ini dalam sehari menimpa dua bocah di Kampung Pamoyanan, Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kedua korban tersebut Muhammad Jibril (10) dan Seni Nur Waffa Oktaviani (5) yang masih bertetangga meninggal dalam hari yang sama dan terkena DBD. Keduanya sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia, Senin (10/8) malam.

Selain korban meninggal dunia, 1 orang anak bernama Bilal Zulfikar (1) yang merupakan adik kandung dari Muhammad Jibril kini masih menjalani perawatan dengan dugaan terkena DBD.

Kasus DBD tersebut mendapatkan sorotan dari DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Dewan meminta pemerintah daerah agar cepat tanggap terhadap kasus DBD.

Sementara itu, Kepala Desa Pamoyanan, H. Aha Nugraha kepada wartawan, Selasa (11/8) membenarkan ada dua warganya meninggal dunia akibat DBD. Kedua korban masih anak-anak, serta masih satu kampung dan masih tetanggaan. Dia juga mengakui di wilayahnya mewabah DBD, dan tercatat pada bulan ini ada 8 orang yang terjangkit DBD, dua di antaranya meninggak dunia.

“Memang betul bulan ini ada beberapa kasus terjangkit DBD di Desa Pamoyanan yaitu 4 orang di Kampung Cipanas, 1 orang di Kampung Pasung, dan 3 orang di Kampung Pamoyanan,” ucapnya.

Menurutnya, dari 8 orang yang terkena DBD itu, 2 orang meninggal dunia, 5 orang sembuh, dan 1 orang masih dirawat di rumah sakit.

“Alhamduliah sudah sembuh tapi ada di Kampung Pamoyanan dalam satu hari terdapat 2 orang meninggal. Keduanya masih anak-anak dan satu masih dirawat di rumah sakit. Dikabarkan bahwa yang terakhir masih termasuk kasus yang sama DBD,” tuturnya.

H. Aha berharap pemerintah segera mengambil tindakan karena ini sudah masuk kategori KLB. Untuk corona, memang tidak ada di Desa Pamoyanan, namun ternyata ada kasus yang sama mematikan yakni DBD.

Bagaimana tidak, dalam satu hari ada dua orang yang meninggal dunia dan keduanya masih anak-anak.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk secepatnya mengambil tindakan atau upaya-upaya untuk mengantisipasi penularan, seperti penyemprotan atau foging,” kata Aha.

Ditambahkan Aha, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan, minimal di lingkungan sekitar. Masyarakat harus menyadari bahwa DBD itu sangat berbahaya, ungkapnya.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Acep Syahroni mengaku prihatin atas kasus DBD yang terjadi di Desa Pamoyanan tersebut, yaitu dalam satu hari ada dua korban yang meninggal dunia. Prihatinnya lagi, kedua korban masih anak-anak.

Untuk itu kepada Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan untuk secepatnya melakukan tindakan seperti dengan dilakukan fogging. Terlebih saat ini masih ada kasus yang diidentifikasikan DBD dan sekarang masih dirawat.

“Diinformasikan masih ada yang dirawat yang diidentifikasikan DBD, korban masih bayi berusia 1 tahun. Prihatinnya lagi, korban ini adik dari korban DBD yang meninggal dunia atas nama Muhammad Jibril,” ucapnya.

Menurutnya, selaku pribadi dan anggota DPRD menekankan pemerintah segera bertindak. Selain itu mengimbau masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dengan demikian tidak ada penyebaran dan tidak ada korban lagi, ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satnarkoba Polresta Tasik Bekuk Pengedar dan Pengguna Sabu Senilai Rp 1,2 Juta

Rab Agu 12 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Seorang pria yang diketahui berinisial Y (26) dibekuk polisi dari Satnarkoba Polresta Tasikmalaya, saat hendak mengambil pesanan sabu di depan Yogya Dept Store, Mitrabatik, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/8) pagi kemarin. Pelaku sempat mengelak dan berdalih yang lain-lain. Namun terdiam, saat polisi berhasil menyita barang bukti […]