VISI.NEWS | SUKABUMI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengingatkan penanaman pohon bukan sekedar seremonial. Hal itu diungkapkan Ade saat menghadiri penanaman pohon di bantaran sungai Cipamatutan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/12/2025).
Dia menyatakan penanaman pohon menyimpan harapan tentang kelestarian alam serta mencegah terjadinya bencana.
“Penanaman pohon bukanlah sekedar aktivitas seremonik. Tetapi tersimpan harapan akan keseimbangan alam, perlindungan sumber daya alam, pencegahan bencana serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ade.
Terkait bencana, Ade menuturkan pada akhir 2024, Kabupaten Sukabumi dilanda banjir bandang dan longsor yang tersebar di 39 kecamatan membuat di wilayah-wilayah tersebut berstatus tanggap darurat bencana saat itu. Karena masifnya dampak yang ditimbulkan, menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai peringkat pertama di Jawa Barat dalam hal kebencaan.
Sehingga aksi penanaman pohon begitu penting, demi mencegah terjadinya bencana. Oleh karena itu dia berterima kasih kepada pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan diantaranya Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau Sukabumi sebagai penggagas kegiatan.
“Oleh karena itu perlu dukungan semua orang, kolaborasi dari pemerintah pusat, dari Jarnas dan dari yayasan,” ujar Ade.
Aksi penanaman pohon bertajuk ‘Gerakan Hijau Bersama’ melibatkan berbagai pihak, ormas, LSM, komunitas lingkungan hingga pelajar.
Ketua Jaringan Nasional Pemuda Hijau Sukabumi dr Geborlak menuturkan kegiatan penanaman pohon ini bertujuan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga lingkungan. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti, melainkan terus berkelanjutan. @andri









