Sekdis Pendidikan Kota Bandung Beberkan 14 Sekolah yang Sementara Dihentikan PTM-nya

Editor :
PTM di SMA Pasundan 2 Bandung pada Senin (25/10/21) dihentikan sementara. /visi.news/eko aripyanto

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Seketaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra membeberkan ke – 14 sekolah yang dihentikan sementara dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bandung pasca temuan guru dan siswa yang dinyatakan terpapar hingga positif Covid – 19.

Ke – 14 sekolah tersebut diantaranya SMK 5, SMK 6, SMK 12 dan SMK Buana Karya, untuk SMA yaitu SMA 7 dan SMA Pasundan 2, untuk tingkat SMP yakni SMP Pelita dan SMP 30, serta tingkat SD diantaranya adalah SD Yas, SD Ibnu Taimiyah, SDN Leuwipanjang, SDN 065 Cihampelas dan SDN 262 Panyileukan.

“Adapun SLB yang ikut dihentikan sementara yakni hanya SLB C Sumber Sari, PTM di 14 sekolah tersebut per Senin 25 Oktober 2021, dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,” urainya.

Kepada VISI.NEWS, Cucu mengatakan, temuan kasus penyebaran Covid – 19 tersebut, tidak hanya terjadi di 14 sekolah saja, akan tetapi di 26 sekolah lainnya pun dikabarkan mengalami hal serupa, namun bedanya adalah kasus corona tersebut hanya didapat di beberapa kelas saja.

“Untuk di 26 sekolah, Dinas Pendidikan tidak menghentikan PTM secara keseluruhan, hanya beberapa kelas yang terdapat adanya kasus Covid – 19 kemudian dihentikan sementara PTM disekolah tersebut,” katanya.

Terlepas dari itu, Cucu menghimbau agar warga sekolah, guru dan siswa yang masih diberlakukan PTM, agar selalu mawas diri dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Jika kemudian ditemukan kasus corona dikemudian hari, besar kemungkinan PTM akan diberlakukan secara keseluruhan,” pungkasnya.@eko

Baca Juga :  Berbagai Bank di Asia Pasifik Siap Memanfaatkan "Digital Core" yang Sesungguhnya

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jadi Syarat Penerbangan, YLKI ke Pemerintah: Turunkan Harga Tes PCR

Sen Okt 25 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk menurunkan batas harga tertinggi tes PCR Covid-19 agar terjangkau bagi masyarakat. Ketua YLKI Tulus Abadi menyebut seharusnya harga tes PCR bisa diturunkan hingga sekitar Rp 200 ribu, khususnya untuk keperluan skrining di transportasi seperti bagi penumpang pesawat […]