Sekelompok Preman Keroyok Jurnalis yang Tengah Bertugas di Surabaya

Editor Para jurnalis korban kebrutalan orang diduga peman tengah melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya./visi.news/redho
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SURABAYA – Para jurnalis di Surabaya diteror sekelompok orang diduga preman ketika para wartawan itu tengah menunaikan tugas jurnalistiknya.

Selain kena pukulan secara brutal, kendaraan dua orang wartawa pun dirampas.

Info yang diperoleh VISI.NEWS di lapangan, Sabtu (21/1) menyebutkan, kejadiannya pada hari Jumat (20/1). Adapun para warawan yang menerima aksi tak terpuji itu adalah Firman (Inews) Anggadia (beritajatim.com) Rofik (lensaIndonesia), Ali (fotografer Inews), dan Didik (fotografer Antara).

Mereka datang ke warung depan Gedung Diskotek Ibiza Club Surabaya di Jalan Simpang Dukuh pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan kegiatan Satpol PP Pemprov Jatim dan DPMPTSP yang tengah melakukan penyegelan Diskotek Ibiza.

“Saat itu, ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya berteriak menyuruh kami naik sambil marah-marah,” kata Firman dan diiyakan rekan-rekannya.

Mereka pun disebut arogan lantaran menolak perintah agar naik ke lantai 5.

Sekitar pukul 14.30 WIB Angga, Firman, dan Rofik menunggu di depan lift gedung.

“Kembali kami diajak naik untuk menemui seseorang bernama Wahyu,” tambah Firman.

Namun Firman dan kawannya tetap menolak karena pihaknya ingin mewawancarai doorstop dengan dinas terkait.

Pukul 15.00 WIB, Rofik kembali menuju warung depan untuk menghampiri Didik dan memanggil agar bersiap-siap di depan lift.

Saat itulah, Rofik mendengar provokasi kembali dari perempuan yang sama. Adu mulut pn terjadi. Hanya selang hitungan detik, sekitar belasan preman yang sempat mengintimidasi Angga dan Firman saat di gedung menghampiri Rofiq di warung dan langsung melakukan pemukulan di bagian kepala belakang, wajah, pinggang bagian belakang kanan, hingga pelemparan kursi dan injakan kaki pada paha dan betis berulang kali.

Baca Juga :  Wacana Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Kita Hargai Dulu Tim Independen

Didik juga mengaku mengalami tendangan di bagian kaki kanan dan pemukulan menggunakan helm di tangan kanan.

Firman dan Angga pun mengalami intimidasi, namun sempat menghindari pemukulan.

Atas kejadian tersebut pada pukul 15.20 WIB pihaknya memutuskan mundur karena semakin banyak massa yang diduga para preman yang tersulut emosinya.

“Namun sepeda motor Angga dan Rofik ditahan oleh preman,” sesal Firman.

Kasus ini telah dilaporkan ke SPKT Polrestabes Surabaya. @redho

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung, Dadang Supriatna Bagun 5 Rumah Sakit, Ini Lokasinya, RSUD Cimaung Diminta Maret Sudah Diresmikan

Sab Jan 21 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG  – Bupati Bandung, Dadang Supriatna merencanakan membangun 5 buah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sementara itu untuk rumah sakit yang ada di Kecamatan Cimaung, Bupati meminta agar bisa diresmikan pada bulan Maret mendatang. Menurut Dadang Supriatna, seperti dikutip dari Instagram milik pribadinya @dadangsupriatna, Jumat (20/1/2023) menyampaikan […]