Sekilas Demokrasi Tiongkok: Apa yang Menjadi Hakikatnya?

Editor Ilustrasi demokasi di Tiongkok. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BEIJING – Memperjuangkan aspirasi dan ekspektasi warga desanya, Long Xianwen dari kelompok etnis Miao bertolak ke Beijing dari sebuah desa terpencil di Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah, pada awal Maret lalu. Dia akan membahas pembangunan sosial dan ekonomi bersama pemimpin Tiongkok serta hampir 3.000 utusan lain dalam dewan legislatif nasional Tiongkok.

Sebagai seorang utusan Kongres Rakyat Nasional Ke-14 (NPC), Long mengajukan proposal untuk mendukung integrasi luas di industri pariwisata teh (tea tourism) di Prefektur Otonom Xiangxi Tujia dan Miao, Hunan.

Perbedaan demokrasi Tiongkok dari politik uang dan transaksi kekuasaan-uang di dunia Barat terletak pada hakikatnya—bangsa Tiongkok menjadi tuan di negerinya sendiri.

Menurut Presiden Tiongkok Xi Jinping, sebuah negara dinilai demokratis jika rakyatnya benar-benar menjadi tuan di negerinya sendiri; rakyat memiliki hak memilih, dan, lebih penting lagi, hak berpartisipasi secara luas.

Komposisi utusan kongres rakyat memperlihatkan peran demokrasi rakyat dalam seluruh proses di Tiongkok dalam menjamin status rakyat sebagai tuan di negerinya sendiri.

Menyeluruh dan universal

Di Tiongkok, kongres rakyat terdiri atas lima jenjang—kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, dan nasional. Hingga kini, 2,77 juta rakyat telah menjadi utusan kongres rakyat dari seluruh jenjang pada tingkat nasional.

Dari jumlah ini, 95% merupakan utusan kelurahan dan kecamatan yang dipilih langsung oleh warga di distriknya masing-masing. Utusan pada tiga jenjang yang lebih tinggi adalah utusan yang dipilih oleh para utusan di jenjang bawah.

Dalam pemilihan umum terakhir, lebih dari 2,6 juta utusan baru terpilih sebagai utusan kongres nasional pada tingkat kelurahan dan kecamatan pada Juni lalu.

Menurut statistik, 921 juta orang, atau 86,49% dari jumlah pemilih terdaftar, memilih utusan kongres nasional pada tingkat kelurahan. Sementara, 623 juta orang, atau 85,63% dari jumlah pemilih terdaftar, memilih utusan kongres rakyat pada tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Kesempatan ABG Peroleh Kewarganegaraan RI Tinggal 14 Bulan Lagi

Sejak awal reformasi dan kebijakan pintu terbuka, Tiongkok telah menggelar 12 pemilihan utusan kongres rakyat secara langsung pada tingkat kelurahan, dan 11 pemilihan langsung pada tingkat kecamatan.

Menjalin hubungan erat dengan rakyat, utusan ini benar-benar bertugas menghimpun dan mengajukan usulan dan pendapat rakyat lewat beragam bentuk dan sarana.

Benar-benar mewakili rakyat

Ajang tahunan kongres rakyat pertama-tama berlangsung pada tingkat masyarakat akar rumput, yakni kelurahan, kecamatan, kota, dan provinsi, lalu berlanjut pada tingkat nasional. Lewat cara ini, aspirasi rakyat benar-benar dipertimbangkan, dan diajukan pada jenjang yang lebih tinggi.

Utusan NPC Ke-14, terpilih dari 35 unit pemilihan di seluruh Tiongkok, berasal dari berbagai warga di setiap wilayah, kelompok etnis, dan lapisan masyarakat, mencakup jumlah perwakilan yang tepat.

Menurut Komite Tetap NPC Ke-14, dari total 2.977 utusan, 442 orang di antaranya berasal dari kelompok etnis minoritas, mewakili seluruh 55 kelompok etnis minoritas di Tiongkok.

Jumlah ini juga meliputi 790 utusan perempuan, mencapai 26,54% dari jumlah tersebut, naik sebesar 1,64% dari NPC Ke-13.

Sebanyak 497 utusan berlatar belakang pekerja dan petani. Porsi ini meningkat hampir satu poin persentase menjadi 16,69% dari jumlah utusan secara keseluruhan.

Petugas teknis, seluruhnya berjumlah 634 orang, terdiri atas 21,3% dari seluruh utusan, naik hingga 0,73 poin persentase dari NPC sebelumnya.

Sebanyak 969 utusan merupakan pejabat Partai Komunis Tiongkok dan pemerintah, dan angka ini menurun 1,38 poin persentase menjadi 32,55%.

Di sisi lain, 36 utusan juga berasal dari Wilayah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong, dan 12 utusan dari Macau. Sebanyak 13 utusan yang mewakili Provinsi Taiwan turut bergabung dalam badan legislasi nasional ini. Lebih lagi, 42 utusan mewakili warga Tiongkok di luar negeri yang telah pulang ke kampung halaman.

Baca Juga :  FIF Group Fest Kota Semarang, Hadirkan Promo dan Hadiah Spesial

Mewakili kepentingan rakyat, utusan NPC membahas rencana pembangunan nasional dan isu yang berdampak pada kehidupan rakyat. Utusan ini memprioritaskan harapan rakyat dalam agenda pembahasan kenegaraan. Banyak pendapat dan usulan mereka dikaji secara cermat di sesi tahunan NPC, lalu dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan pada instansi negara.@mpa/nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

200 KK Terdampak Banjir Bandang di Soreang, Sigapnya Bupati Bandung Mengkoordinasikan Pejabat Terkait

Kam Mar 23 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna mengaku kaget setelah mendapatkan informasi adanya kejadian banjir di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, meski banjir yang terjadi di Soreang tidak seperti banjir yang melanda Kecamatan Dayeuhkolot maupun Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Mengetahui kejadian banjir di Soreang ini, Bupati Dadang Supriatna […]