Sekolah Mulai Juli, Siswa dan Guru Disarankan Tes Corona

Direncanakan, bersekolah mulai Juli, para siswa dan guru disarankan tes corona./cnn indonesia/ist.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Pengamat pendidikan dari Universitas Yarsi, Fasli Jalal menyarankan seluruh siswa dan tenaga pendidik melakukan pemeriksaan virus corona (Covid-19) secara berkala jika kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali di sekolah. Diketahui, Kemendikbud berencana membuka sekolah kembali pada Juli mendatang.

“Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada masalah biaya di sana (pemeriksaan),” ujarnya melalui konferensi video, Jumat (15/5).

Dari pemeriksaan tersebut, satuan pendidikan bisa mengetahui jika ada siswa atau pendidik yang terpapar virus selama berkegiatan di sekolah. Hal ini menurutnya penting, mengingat rentang usia siswa yang masih muda membuat mereka menjadi pembawa virus paling efektif.

“Justru karena dia muda punya daya tahan, dia bisa terinfeksi tanpa diketahui tanpa gejala, dan celakanya setelah masa inkubasi menularkan orang-orang di rumahnya,” Fasli yang merupakan mantan wakil menteri pendidikan.

Selain itu ia menilai pemerintah juga perlu mempertimbangkan jumlah kasus baru dalam rentang waktu tertentu sebelum membuka kembali kegiatan di sekolah. Fasli berkaca dari negara lain yang mana aktivitas sosial termasuk sekolah baru diputuskan setelah kasus konsisten menurun selama dua pekan.

Setelah kasus menurun signifikan, lanjutnya, pemerintah juga perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan yang ketat.

Ia menilai pandemi mengharuskan semua pihak terbiasa dengan the new normal atau kebiasaan baru, termasuk di ranah pendidikan. Fasli berpendapat pemerintah harus memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru. Ini untuk memastikan pendidikan di tengah pandemi berjalan baik.

“Guru kita selama ini disuapi berpuluh tahun. Akibatnya kreativitas menurun. Bukan karena keinginan tapi sistem yang buat dia enggak kreatif. Sekarang merdeka belajar ada peluang baru. Tapi gimana cara pindah dari yang lama ke baru,” tuturnya.

Sebelumnya Kemendikbud berencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020. Rencananya, itu akan diterapkan untuk sekolah di daerah yang sudah dinyatakan aman dari corona.

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Haris mengatakan pihaknya masih memetakan teknis pembelajaran di tengah corona.

Menanggapi rencana itu, pihaknya pun mengaku khawatir. Hal ini karena situasi pandemi dinilai belum aman bagi siswa dan pendidik.

Para guru berharap protokol kesehatan seperti menjaga jarak harus benar-benar dilakukan, misalnya dengan menerapkan sistem sif atau pembagian jadwal masuk siswa. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

GIM Salurkan ZIS Ramadan Ditengah Pandemi

Sen Mei 18 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Generasi Islam Madani (GIM), sebuah yayasan di bidang pendidikan dan sosial, melanjutkan program sosialnya. Kali ini kegiatan berbagi sembako yang sudah dilakukan sejak dari awal sampai jelang akhir puasa Ramadan 1441 H. Hal itu diungkapkan Aghial salah seorang relawan yayasan tersebut kepada VISI.NEWS, di kantor redaksi […]