Sektor Pertanian Jadi Perhatian Pasangan NU Pasti

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sektor pertanian mendapatkan perhatian khusus dari pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 1, NU Pasti Sabilulungan. Penguatan dan pengembangan pertanian ini tercantum tegas dalam Visi Misi dan bahkan sektor pertanian menjadi 10 program prioritas, Teh Nia dan Usman Sayogi.

Teh Nia, menuangkan dalam Program prioritas pertanian itu akan membagikan 1 juta bibit unggul sayur mayur kepada masyarakat tani palawija.
Sedangkan untuk petani hortikultura dan pondok Pesantren akan dihibahkan
bibit tanaman produktif.

Kecuali itu Pasangan NU Pasti inipun menyatakan akan
mengembangkan kawasan pertanian menjadi destinasi
wisata yang natural.

Kabupaten Bandung menurut Nia masih berkultur agraris. Meski demikian penguatan dan pengembangan pertanian pun bukan hanya diproyeksikan di pedesaan, tetapi juga di wilayah urban.

“Untuk pengembangan pertanian di daerah urban, Teh Nia mengistilahkan dengan urban farming, yakni mengembangkan tanaman
hidroponik untuk kawasan perkotaan. Tak tanggung generasi milenial pun yang berminat di sektor pertanian mendapat perhatianya. Nia,bertekad mencetak
petani milenial dengan pembudidayaan komoditas yang berorientasi ekspor,” kata Teh Nia di Soreang, Selasa (20/10)

Di subsektor peternakan, Teh Nia yang berlatar pendidikan formal bahasa asing ini akan menjalin kerjasama pengembangan peternakan dengan Selandia baru.

Program ini karuan saja mendapat respon dari para tokoh tani di Kabupaten Bandung, Drh Bambang, peternak sapi perah di Pangalengan Selasa (20/10/2020). Bambang mengatakan, sangat tepat, jika akan menjalin kerja sama peternakan dengan Selandia baru.

Disebutkan, untuk sapi dari Selandia Baru mutunya sudah teruji, baik untuk sapi perah maupun sapi potong. Bambang yakin Hj. Kurnia Agustina Naser, tidak akan mengalami kendala bahasa.

Baca Juga :  Diperpanjang, Tenggat Pengumpulan Nomor HP untuk Kuota Gratis Kemendikbud

“Sebab, Teh Nia menguasi selain bahasa nasional, juga dua bahasa asing yakni Ingris dan Prancis,” punvkas Bambang. @pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

USWAH: Pelajaran Etika dari Perjalanan Hidup Umar bin Khaththab (4/Habis)

Sel Okt 20 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dinding dangau di samping Utsman bergerak keras diterpa angin yang deras. “Ada dua ekor unta sedekah yang tertinggal dari kawanannya, sementara kawanan unta sedekah telah berlalu, maka aku berniat untuk menyusul dan membawa mereka ke pekarangan khusus sebab aku khawatir mereka hilang. Aku takut Allah akan menanyakan […]