Selain Berjuluk Kota Santri, Tasik pun Disebut Kota Seribu Bukit

Kawasan Gunung Tujuh telah berubah menjadi tempat permukiman./visi.news/budi s ombik
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Tasikmalaya menyandang berbagai sebutan dan gelar, salah satunya selain sebagai Kota Santri juga disebut sebagai Kota Seribu Bukit. Julukan Kota Seribu Bukit tersebut cukup beralasan. Karena bukit-bukit yang terhampar di setiap sudut kota merupakan sisa peninggalan letusan Gunung Galunggung ratusan tahun silam, dan yang terakhir erupsi tahun 1982.

Kedahsyatan letusan Galunggung tampak dari hamparan bukit yang memenuhi setiap penjuru kota. Tak heran nama-nama bukit itu pun disesuaikan dengan nama wilayah, saat bahan material tersebut jatuh dan terhampar menutupi lahan atau area persawahan.

Seperti ada nama Gunung Tujuh, Bukit Kacapi, Bukit Letnan Harun, dan sederet nama bukit lainnya. Keberadaan bukit-bukit tersebut telah mambawa kesan lain kepada masyarakat yang berada di sekitarnya.

Rudi (51) warga Sukarindik, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat misalnya, mengatakan Gunung Tujuh yang berada di wilayah Sukarindik dikaitkannya dengan hal mistis.

Bahkan, kata Rudi, saat musim kemarau panjang tiba, wilayah Sukarindik belum pernah kekurangan air bersih.

“Harita mah teu kantos kakirangan cai. Malih subur, sok sanaos katiga lami ge,” ungkapnya.

Sementara hal mistis yang dikatakan Rudi, adalah kerap munculnya hal-hal gaib.

“Waktos harita sabudeureun Gunung Tujuh teh sanget. Sarengna deui, pangna disebat Gunung Tujuh teh nyaeta Gunung nu alit jeung ageung ngajengjreng tujuh,” katanya.

Begitupun keberadaan Bukit Kacapi di wilayah Mangkubumi tak lepas dari hal-hal gaib. Disebutkan, keberadaan bukit-bukit tersebut ditumbuhi rerumputan dan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi.

Aura yang memberi kesan angker dan “sanget” saat melintasi di sekitar pebukitan tersebut diutarakan sejumlah warga. Halnya Agus (45) warga yang bermukim di Perum Mangkubumi Indah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasik menuturkan, keangkaren saat melintas Bukit Kacapi terasa kental.

“Waktos harita mah ngalangkung tabuh sapuluh wengi teh karaos keueung. Lian ti seueur tangkal arageung sareng rembet ku jukut di Bukit Kacapi teh, oge sepi jeung hawana tiis,” ungkapnya.

Disebutkan Agus, sebelum Bukit Kacapi berubah menjadi perumahan. Wilayah itu merupakan tempat yang sepi.

Tinggal ceritra

Penuturan Rudi dan Agus tersebut kini hanya tinggal ceritra dan kenangan, untuk diceritarkan kepada anak cucunya di kemudian hari. Itulah gambaran Kota Seribu Bukit Kota Tasikmalaya.

Sejalan dengan perkembangan serta kebutuhan dan pembangunan, sejumlah tempat yang tadinya terhampar bukit kini telah berubah. Alih fungsi lahan menjadi alasan kuat untuk dijadikan beragam tempat. Ada yang menjadi tempat permukiman atau perumahan bahkan pabrik sekalipun.

Dampak dari alih fungsi tersebut dengan sendirinya telah mengubah tatanan lingkungan serta kehidupan masyarakat sekitar. Tak salah jika penuturan warga Sukarindik, Rudi tersebut merupakan sebagian gambaran adanya perubahan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Udara Kota Tasik yang sedianya di musim kemarau terasa sejuk dan nyaman dengan tumbuhnya beragam jenis tanaman di setiap bukit nan hijau. Kini telah berubah menjadi kota “panas” jika mentari siang datang menyinari seluruh wilayah, secara terus menerus.

Bukan hanya itu, kebutuhan air bersih pun telah menjadi “bola kusut” saat musim kemarau panjang tiba. Masyarakat kelimpungan membutuhkan sumbangan air bersih. Sebut saja sebagian wilayah Mangkubumi, wilayah Sukarindik, wilayah Cibeureum, wilayah Tamansari serta wilayah lainnya yang mengalami nasib serupa.

Kota sejuk nan rindang pepohonan telah pudar oleh gemerlapnya lampu permukiman. Kesan “sanget” yang dianggap oleh masyarakat pun ikut punah. Kepunahan itu pun sejalan dengan kebutuhan hidup yang menuntut pembangunan di semua sektor. @budi s ombik

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Alumni Akpol Angkatan 50, Santuni Yatim Piatu di Kota Tasikmalaya

Ming Jul 12 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Satu tahun pengabdian, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 50 Tahun 2019 melakukan pengabdian dengan vakti sosial di Panti Asuhan Artanita Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (12/7). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto serta para PJU Polresta Tasikmalaya. Dalam sambutannya, Kapolres Kota Tasikmalaya, […]