Sepekan ETLE, 63 Ribu Pelanggar Lalin Kena Tilang di Bandung

Editor :
Foto ilustrasi./cnn indonesia/adhi wicaksono/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 63.813 pelanggar lalu lintas (lalin) di Kota Bandung tercatat dalam sistem tilang elektronik ( Electronic Traffic Law Enforcement/ ETLE) yang diberlakukan selama sepekan terakhir.

Sebelumnya, sistem tilang elektronik di Kota Bandung mulai diterapkan Polda Jawa Barat sejak Selasa (23/3) lalu. Total ada 21 kamera pengawas kendaraan yang melanggar lalin.

“Kami memantau dari tanggal 23-29 Maret 2021 ini bahwa jumlah pelanggar sebanyak 63.813 pengendara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (30/3/2021), seperti dilansir CNN Indonesia.

Erdi menjelaskan, kategori pelanggar lalin tersebut dibagi dalam lima kategori. Pertama , tidak memakai sabuk pengaman sebanyak 43.132 pelanggar.

Kedua , kendaraan melebihi kecepatan sebanyak 8.931 pelanggar. Ketiga , tidak menggunakan helm sebanyak 6.109 pelanggar.

Keempat , menerobos traffic light sebanyak 3.333 pelanggar dan menggunakan ponsel saat berkendara sebanyak 2.308 pelanggar.

Menurut Erdi, para pelanggar lalin yang terekam melalui kamera pengawas sudah diberi surat tilang.

“Sudah dilakukan pengiriman surat tilang berdasarkan alamat yang teregister di pelat nomornya,” ujarnya.

Erdi mengatakan, penerapan sistem tilang elektronik atau ETLE masih akan terus dievaluasi secara bertahap. Di Jabar, sejauh ini, baru Kota Bandung yang menerapkan tilang ETLE.

“Nanti ke depannya di Cirebon,” ujarnya. @fen

Baca Juga :  DPRD Bukan Pemberi Izin untuk Pengeboran ABT Melainkan OPD

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kolaborasi dengan Asuransi Sinar Mas dan Mercer Marsh Benefits, Platform Payuung Luncurkan Asuransi Kesehatan Ramah UKM

Rab Mar 31 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Payuung, platform digital yang selama ini dikenal sebagai penyedia aneka layanan fasilitas bisnis dan karyawan (employee benefits) mengumumkan peluncuran produk asuransi kesehatan untuk karyawan perusahaan skala kecil dan menengah (UKM). Dengan harga yang terjangkau dan kepesertaan mulai satu karyawan saja, asuransi kesehatan ini diharapkan dapat memberikan alternatif […]